Isu Munaslub Golkar Kian Santer, Pengamat: Selama Bahlil Pimpin, Riak Akan Terus Ada

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (red).

i

Foto (red).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar semakin santer terdengar. Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai selama Bahlil Lahadalia masih menjabat ketua umum, isu tersebut akan terus mengemuka.

“Sejak awal Bahlil bukanlah calon ketua umum yang dikehendaki kader Golkar. Karena itu, riak-riak isu Munaslub kemungkinan akan kembali mencuat selama Bahlil menjadi ketum Golkar,” kata Jamiluddin kepada wartawan, Jumat (8/8/2025).

Isu Munaslub terbaru pun diakui oleh kader senior Golkar, Ridwan Hisjam. Menurutnya, dorongan Munaslub bukan baru-baru ini muncul, melainkan sudah lama bergulir di tingkat akar rumput.

Jamiluddin menilai berulangnya isu Munaslub menunjukkan adanya masalah kepemimpinan di internal Golkar, khususnya pada posisi ketua umum.

“Masalah ini bisa jadi sudah mengemuka sejak awal Bahlil muncul sebagai caketum,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kemunculan Bahlil sebagai ketua umum Golkar di luar prediksi karena statusnya yang relatif junior. “Hal ini tak lazim di Golkar, mengingat selama ini kandidat caketum berasal dari elite senior partai,” ucapnya.

Lebih lanjut, Jamiluddin menilai bahwa Bahlil bukan pilihan akar rumput maupun elite internal Golkar.

“Bahlil justru dinilai titipan dari penguasa saat itu. Kesannya, elite Golkar tak kuasa menolak keinginan penguasa tersebut,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua
Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon
48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot
TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI
Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen
Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan
FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:36 WIB

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI

Berita Terbaru