PROJO Setujui Kompromi Pilkada, Gubernur Dipilih DPRD

Teras Media

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua Projo Banten, Zulhamedy Syamsi saat bersama Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, Selasa (4/11/2025)

i

Keterangan foto : Ketua Projo Banten, Zulhamedy Syamsi saat bersama Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, Selasa (4/11/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, merespons perkembangan terbaru terkait kompromi sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), di mana pemilihan Gubernur dilakukan melalui DPRD, sementara Bupati dan Wali Kota tetap dipilih secara langsung oleh rakyat, dengan pengecualian wilayah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Budi Arie menyatakan bahwa Projo dapat menerima dan menyetujui kompromi tersebut sebagai jalan tengah yang realistis di tengah dinamika politik nasional serta kebutuhan akan stabilitas pemerintahan daerah.

“Projo memandang kompromi ini sebagai solusi moderat yang mengakomodasi berbagai kepentingan bangsa. Pemilihan Gubernur melalui DPRD dapat memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif daerah, sementara pemilihan langsung Bupati dan Wali Kota tetap menjaga kedaulatan rakyat di tingkat akar rumput,” ujar Budi Arie.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa mekanisme ini tetap harus dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan demokratis, agar tidak menjauh dari semangat reformasi.

“Yang terpenting bukan semata mekanismenya, tetapi bagaimana memastikan kepala daerah yang terpilih benar-benar bekerja untuk rakyat, bebas dari praktik transaksional, dan mampu menghadirkan pemerintahan yang efektif,” tegasnya.

Budi Arie juga menekankan bahwa Projo akan terus mengawal pembahasan kebijakan Pilkada ini agar tetap sejalan dengan kepentingan nasional, stabilitas politik, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kompromi ini harus menjadi sarana memperkuat demokrasi Pancasila, bukan melemahkannya. Efisiensi penting bagi pemerintah , tapi kegembiraan rakyat jangan di hilangkan. Rakyat berhak bergembira, ” tutup Budi Arie.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

BMI Sayap Partai Demokrat Gelar Halal Bihalal
Anggaran Rp1,6 Miliar KDMP Tak Jelas, Musa Weliansyah Kritik
Simposium Mubarok Institute dalam Menyikapi Dinamika Politik Global
Tantangan Sarana Pesantren Banten Diatasi, Adde Rosi Janjikan Aksi di DPR
Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik AS-Israel dan Iran
Mantan Kabais TNI Serukan Urgensi Pembentukan UU Bela Negara
Bukber Demokrat Kabupaten Tangerang, Cak Nawa Puji Kinerja Bupati dan Gubernur Banten
Bonnie Triyana: Penerima LPDP Tak Pulang Harus Kembalikan Dana
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 20:38 WIB

BMI Sayap Partai Demokrat Gelar Halal Bihalal

Sabtu, 14 Maret 2026 - 02:56 WIB

Anggaran Rp1,6 Miliar KDMP Tak Jelas, Musa Weliansyah Kritik

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:21 WIB

Simposium Mubarok Institute dalam Menyikapi Dinamika Politik Global

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:05 WIB

Tantangan Sarana Pesantren Banten Diatasi, Adde Rosi Janjikan Aksi di DPR

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:19 WIB

Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik AS-Israel dan Iran

Berita Terbaru