Bulog Lebak Pandeglang Sebut Stok Pangan Aman Hingga Ramadhan

Teras Media

- Penulis

Jumat, 26 Januari 2024 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Stok beras di gudang Bulog Lebak Pandeglang, Jumat (26/1/2024)

i

Keterangan foto : Stok beras di gudang Bulog Lebak Pandeglang, Jumat (26/1/2024)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co LEBAK – Kantor Cabang Bulog Lebak dan Pandeglang memastikan bahwa saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat sampai enam (6) bulan ke depan. Hal tersebut dikatakan Kepala Cabang (Kacab) Bulog Lebak Pandeglang, Umar Said, Jumat (26/1/2023)

Kata Umar, saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog ada sekitar 5,500 ton. Jumlah tersebut dinilai masih cukup untuk kebutuhan masyarakat, SPHP dan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Saya pastikan stok itu aman hingga bulan Ramadhan 1445 Hijriah 2024 ,” kata Umar.

Pria yang bermurah senyum tersebut menjelaskan bahwa tidak hanya beras yang saat ini stoknya masih aman. Kata Umar ada komoditi lain seperti ketersediaan gula, tepung dan daging.

“Untuk stok gula yang berada di gudang ada sekitar 8 ton, sementara untuk tepung 3 ton dan daging 5 ton. Kita pastikan aman sampai semasuki bulan Ramadhan, ” ucap Umar.

“Kami bekerja sama dengan kelompok tani, pengusaha penggilingan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk penumpukkan stok di gudang kami,” jelasnya.

Saat ditanya terkait peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga pangan agar tidak naik, kata Umar, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah di antaranya mengirim pasokan beras yang ada di gudang Bulog ke ratusan kios baik yang sudah bekerjasama melalui RPK ataupun yang ada di pasar tradisional dan kios yang berada di luar pasar.

“Jadi kami ada program namanya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),” terangnya.

Umar melanjutkan, dulu pemerintah melakukan Operasi Pasar (OP) untuk menekan harga beras jika terjadi kenaikan dengan menjualnya secara langsung pada masyarakat, namun saat ini pemerintah mengubah mekanisme penyaluran dengan menjualnya ke kios-kios beras dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

“Jadi SPHP itu sebetulnya program pengganti Operasi Pasar supaya jangkauannya lebih luas kami berikan ke kios-kios yang ada di pasar. Itu bisa menjadikan alternatif masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga murah. Itu yang kami lakukan sesuai dengan HET pemerintah sebesar Rp10.900,” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang
Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap
Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa
6 Dekade Mengabdi, Anton Suratto: Pikiran Rakyat Selalu Jadi Tempat Berbagi
Tindakan Keji Pembukaman Suara Kritis, Abdi Rakyat Minta Penanganan Kasus Andrie Yunus Hingga Tuntas
Jimmy Lie Dijemput Polisi Tangerang Usai Diamankan di Medan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Selasa, 7 April 2026 - 23:07 WIB

Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR

Senin, 6 April 2026 - 21:46 WIB

Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang

Sabtu, 4 April 2026 - 16:59 WIB

Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:21 WIB

Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa

Berita Terbaru