Organisasi Anti Korupsi Aksi Damai Dukung Kejaksaan Agung Tuntaskan Kasus Korupsi Timah

Teras Media

- Penulis

Rabu, 29 Mei 2024 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buntut dari adanya dugaan intimidasi terhadap Kejaksaan Agung puluhan mahasiswa melakukan unjuk rasa.

i

Buntut dari adanya dugaan intimidasi terhadap Kejaksaan Agung puluhan mahasiswa melakukan unjuk rasa.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Buntut dari adanya dugaan intimidasi terhadap Kejaksaan Agung puluhan mahasiswa melakukan unjuk rasa. Demonstrasi ini dilakukan langsung di depan kantor Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Koordinator demonstran, Zainal, mengatakan, aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada penegakan hukum. Zainal beranggapan, penuntasan kasus tata kelola IUP Timah tidak boleh berhenti karena intimidasi.

“Secara sadar, saya dan rekan-rekan saat ini berunjuk rasa karena sedih dengan kondisi penegakan hukum. Seluruh masyarakat Indonesia ingin kasus korupsi timah terang benderang dan semua yang terlibat diseret ke pengadilan,” ujar Zainal kepada wartawan, Selasa (28/5).

Menurut Zainal kasus ini tidak boleh berhenti begitu saja, sebab masih ada mantan Gubernur Bangka Belitung dan mantan Bupati Bangka yang belum dijerat. Diduga Mantan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman juga terlibat atas dugaan korupsi Timah.

Bahkan Zainal mendapat informasi dari masyarakat bahwa Erzaldi Rosman, Senin kemarin (27/5), sudah diperiksa oleh penyidik.

“Kami berharap, meminta dan mendesak Kejaksaan Agung segera menahan Erzaldi karena ditakutkan menghilangkan barang bukti dan kabur ke luar negeri,” tambah Zainal.

Zainal menerangkan dugaan keterlibatan Mantan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Babel Erzaldi Rosman, dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait Tata Kelola Komoditi
Timah di IUP PT Timah pada periode 2018-2022.

Dalam kasus ini, Gubernur Babel diduga disebutkan hadir dalam beberapa pertemuan dengan pihak-pihak yang saat ini telah menjadi tersangka Tipikor
yang di gelar di Hotel Borodubur Lapangan Banteng dan Hotel Sofia Gunawarman Jakarta pada tahun 2018, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 271 Triliun.

Selain itu juga, keterlibatan Mantan Gubernur Babel Erzaldi Rosman, dan mantan Bupati Bangka, Mulkan, dalam dugaan kasus mafia tanah. Kasus ini mencakup pemberian izin dan persetujuan Peminjaman dan Pemanfaatan Lahan di
Desa Kota Waringin Labu Air Pandan-Kabupaten Bangka.

Unjuk rasa para demonstran ini berlangsung damai dan diterima Puspenkum Kejaksaan Agung. Dua orang Utusan dari Puspenkum keluar untuk bertemu dengan demosntran.

“Terima kasih, pengaduannya kami terima dan teruskan kepada pimpinan,” kata Bambang di depan puluhan massa.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang
Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap
Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa
6 Dekade Mengabdi, Anton Suratto: Pikiran Rakyat Selalu Jadi Tempat Berbagi
Tindakan Keji Pembukaman Suara Kritis, Abdi Rakyat Minta Penanganan Kasus Andrie Yunus Hingga Tuntas
Jimmy Lie Dijemput Polisi Tangerang Usai Diamankan di Medan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Selasa, 7 April 2026 - 23:07 WIB

Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR

Senin, 6 April 2026 - 21:46 WIB

Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang

Sabtu, 4 April 2026 - 16:59 WIB

Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:21 WIB

Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa

Berita Terbaru