HAMI Sebut Regenerasi Polri Urgensi, Bukan Sekadar Pergantian Figur

Teras Media

- Penulis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Asip Irama, Koordinator Nasional HAMI, dalam diskusi publik bertema Kapolri Abadi: Matinya Meritokrasi dan Mandegnya Regenerasi di Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Juni 2025.

i

Keterangan foto : Asip Irama, Koordinator Nasional HAMI, dalam diskusi publik bertema Kapolri Abadi: Matinya Meritokrasi dan Mandegnya Regenerasi di Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Juni 2025.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Desakan regenerasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia kembali mencuat. Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI) menjadi salah satu pihak yang secara terbuka mendorong penyegaran di pucuk pimpinan Polri, menjelang Hari Bhayangkara ke-79.

Bagi HAMI, regenerasi bukan semata soal waktu jabatan atau usia kepemimpinan. Ini soal fondasi institusi: apakah Polri masih menempatkan loyalitas kepada sistem, atau mulai terjebak dalam kultus figur.

“Tanpa regenerasi, loyalitas bisa salah alamat. Dari institusi bergeser ke individu. Dan itu berbahaya bagi independensi dan profesionalitas Polri,” kata Asip Irama, Koordinator Nasional HAMI, dalam diskusi publik bertema Kapolri Abadi: Matinya Meritokrasi dan Mandegnya Regenerasi di Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Juni 2025.

Isu regenerasi, menurut Asip, bukan agenda eksklusif internal Polri. Ini menyangkut semangat demokrasi dan etika kekuasaan. Dalam institusi publik, kekuatan harus terus bergulir, agar tidak mengendap menjadi pengaruh personal yang membatasi sistem.

Asip menyebut, saat proses kaderisasi tidak berjalan, Polri berisiko kehilangan orientasi. Perwira muda akan kehilangan motivasi. Lulusan akademi dengan prestasi akan melihat bahwa integritas bukan lagi tiket promosi.

“Jika kader terbaik tak mendapat ruang, maka kepercayaan terhadap sistem akan runtuh pelan-pelan. Itu bahaya diam-diam dalam tubuh institusi,” ujarnya.

Menurut HAMI, ini bukan perkara siapa yang memimpin, tapi bagaimana sistem memberi tempat bagi yang layak. Ketika prinsip meritokrasi dikaburkan oleh kepentingan, regenerasi tak pernah benar-benar dimulai. Maka stagnasi bisa menjelma menjadi kenyataan yang tak diucapkan, tapi dirasakan.

HAMI juga menyentil kecenderungan perwira lulusan terbaik, termasuk Adhi Makayasa, yang mulai tidak muncul dalam peta kepemimpinan strategis. Padahal, di masa lalu, mereka menjadi simbol kaderisasi dan keunggulan. “Kalau simbol meritokrasi tak lagi dipedulikan, maka motivasi internal pun luntur,” kata Asip.

Di tengah transisi pemerintahan, HAMI berharap Presiden Prabowo Subianto menangkap pentingnya regenerasi bukan sebagai urusan struktural semata, tetapi sebagai pesan politik: bahwa institusi penegak hukum harus terus diperbaharui agar tetap relevan dan dipercaya.

Bagi Asip, regenerasi adalah tanda bahwa sistem masih hidup. Bahwa Polri sebagai institusi tak bertumpu pada kekuatan personal, tapi pada mekanisme yang memberi ruang pada yang muda, yang berprestasi, dan yang berintegritas.

“Ini bukan tentang siapa yang diganti. Ini tentang siapa yang diberi ruang, dan sistem macam apa yang memungkinkan hal itu,” kata Asip.

Diskusi tersebut ditutup dengan seruan agar regenerasi dijadikan bagian dari reformasi struktural secara menyeluruh. HAMI menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses ini sebagai bagian dari tanggung jawab warga terhadap arah kelembagaan negara.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang
Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap
Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa
6 Dekade Mengabdi, Anton Suratto: Pikiran Rakyat Selalu Jadi Tempat Berbagi
Tindakan Keji Pembukaman Suara Kritis, Abdi Rakyat Minta Penanganan Kasus Andrie Yunus Hingga Tuntas
Jimmy Lie Dijemput Polisi Tangerang Usai Diamankan di Medan
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Selasa, 7 April 2026 - 23:07 WIB

Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR

Senin, 6 April 2026 - 21:46 WIB

Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang

Sabtu, 4 April 2026 - 16:59 WIB

Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:21 WIB

Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa

Berita Terbaru

Keterangan foto : Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman, Minggu (10/4/2026)

Nasional

Aksi Nyata Arif Rahman Bangun Jembatan di Mogana Pandeglang

Senin, 11 Mei 2026 - 00:46 WIB