BaraNusa Minta Transparansi Data Dapur MBG, Dugaan Keterlibatan Anggota Dewan Diperiksa

Avatar photo

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, Senin (4/4/2026)

i

Keterangan foto : Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, Senin (4/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, mendesak Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan keterlibatan sejumlah anggota DPRD Kota Depok dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Adi, informasi yang beredar menyebutkan adanya keterlibatan anggota legislatif dalam pengelolaan hingga kepemilikan dapur MBG/SPPG. Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan penyalahgunaan wewenang, sehingga perlu ditindaklanjuti secara serius.

“Jika benar ada anggota DPRD yang terlibat langsung atau memiliki kepentingan dalam proyek ini, maka harus diperiksa secara terbuka. Anggaran negara tidak boleh dijadikan ladang mencari keuntungan pribadi atau kelompok,” tegas Adi.

Ia menjelaskan bahwa BaraNusa mencatat adanya dugaan terhadap sejumlah anggota DPRD dari berbagai partai politik. Namun, ia menegaskan hal tersebut masih berupa informasi awal yang perlu diverifikasi oleh aparat berwenang, bukan berarti sudah terbukti bersalah.

“Kami tidak menuduh siapa pun, tapi meminta kejelasan. Program ini milik rakyat, jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan politik dan bisnis semata. Semua pihak yang terlibat harus diperiksa tanpa pandang bulu,” tambahnya.

Selain mendesain penyelidikan, BaraNusa juga meminta pemerintah membuka data secara transparan terkait kepemilikan, pengelolaan, dan aliran anggaran seluruh dapur MBG/SPPG agar dapat diawasi oleh masyarakat luas.

Catatan: Nama-nama yang disebut dalam dugaan yang beredar belum tentu terbukti melakukan pelanggaran. Keterlibatan atau kesalahan hanya dapat ditetapkan melalui proses hukum yang sah dan pembuktian yang kuat.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggaran Dapur Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Capai Rp1,8 Miliar, CBA Minta Transparansi
GSBK Minta Kejati DKI Usut Pengadaan Aki Sudin LH Jakarta Selatan
Rupiah Tembus Rp18.176 dan IHSG Ambles 4%, Komisi XI Ingatkan Pemerintah Harus Lakukan Intervensi
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Sertifikasi, PDMI Laporkan Kebijakan Kampus ke Komnas HAM
CBA Soroti Waktu Pengalihan Saham Gubernur Maluku Utara
Orang Tua Minta SPMB Jabar Lebih Transparan dan Adil
Anggaran K-SIGN Rote Ndao Capai Rp1,6 Triliun, CBA Temukan Sejumlah Kejanggalan
IPPAQI Gelar Panggung Al-Qur’an Nasional di Majalengka
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 23:47 WIB

Anggaran Dapur Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Capai Rp1,8 Miliar, CBA Minta Transparansi

Senin, 8 Juni 2026 - 20:03 WIB

GSBK Minta Kejati DKI Usut Pengadaan Aki Sudin LH Jakarta Selatan

Senin, 8 Juni 2026 - 19:15 WIB

Rupiah Tembus Rp18.176 dan IHSG Ambles 4%, Komisi XI Ingatkan Pemerintah Harus Lakukan Intervensi

Senin, 8 Juni 2026 - 18:20 WIB

Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Sertifikasi, PDMI Laporkan Kebijakan Kampus ke Komnas HAM

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:21 WIB

CBA Soroti Waktu Pengalihan Saham Gubernur Maluku Utara

Berita Terbaru

Komite Pemantau Program Makan Bergizi Gratis (KP MBG) bersama keluarga korban kecelakaan kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengajukan pengaduan resmi ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI.

Hukum dan Kriminal

KP MBG dan Keluarga Korban Kecelakaan Kerja Mengadu ke Komnas HAM

Senin, 8 Jun 2026 - 23:18 WIB