Orang Tua Minta SPMB Jabar Lebih Transparan dan Adil

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat

i

Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bandung – Sejumlah orang tua siswa mendatangi pihak sekolah dan menyampaikan pengaduan resmi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat. Mereka meminta penjelasan terkait perubahan pembobotan dan skor nilai yang terjadi setelah proses verifikasi dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung 2026.

Para orang tua menilai ada kejanggalan dan ketidakwajaran atas perubahan yang dilakukan di tahap akhir seleksi tersebut. Hal ini menimbulkan kebingungan, keresahan, dan pertanyaan mengenai keadilan sistem yang diterapkan.

Salah satu poin yang paling disoroti adalah perubahan bobot nilai untuk jabatan Ketua OSIS. Menurut penjelasan Disdik Jawa Barat, posisi tersebut dihitung setara dengan Juara 1 tingkat provinsi dengan bobot 220 poin. Namun, hal ini menjadi pertanyaan besar karena sebelumnya skor yang tertera dalam sistem mencapai 305 poin, lalu berubah mendadak menjelang penutupan seleksi.

Keluhan ini kemudian disampaikan hingga ke Gedung Pakuan dan tim Gubernur Jawa Barat, dengan harapan menjadi bahan evaluasi mendalam terhadap seluruh aspek pelaksanaan SPMB Sekolah Maung.

Para orang tua menuntut agar sistem seleksi ke depan dikelola secara transparan, konsisten, dan adil. Mereka juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembobotan jalur organisasi, termasuk nilai jabatan Ketua OSIS, agar penilaiannya lebih objektif dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami berharap ada penjelasan yang terbuka, keadilan yang terjamin, serta perbaikan sistem agar hal serupa tidak terulang di masa mendatang. Hak siswa untuk mendapatkan proses seleksi yang jelas dan adil harus dijunjung tinggi,” tegas salah satu perwakilan orang tua.

Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Jawa Barat menyatakan siap menampung seluruh masukan dan pengaduan tersebut sebagai bahan perbaikan guna menciptakan sistem penerimaan siswa baru yang lebih baik dan dapat dipercaya publik.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya
Marwan Jafar PKB: Bank Indonesia Wajib Dorong Penguatan dan Penyehatan UMKM
David Pajung: Banyak Pihak Menyusup Bawa Nama Jokowi, Justru Coba Merusak Hubungan dengan Prabowo
DPRD Pandeglang Bungkam, KITA Banten Desak Pemasangan Tiang WiFi di Batur Jaya Dihentikan
Mulyani, Budi Arie, Dito, Gelombang Penyingkiran Orang Jokowi di Kabinet
H. Moch Soleh Silaturahmi ke Kediaman Joko Widodo di Surakarta, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Pemerintah
Aktivis Buruh Desak RT/RW Kampung Batur Jaya Dicopot, Carlianto Soroti Keberpihakan kepada Pengusahan
Marwan Jafar: Pemegang Polis Asuransi Harus Terjamin dan Terlindungi
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 04:17 WIB

Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya

Rabu, 16 September 2026 - 15:08 WIB

Marwan Jafar PKB: Bank Indonesia Wajib Dorong Penguatan dan Penyehatan UMKM

Selasa, 15 September 2026 - 22:10 WIB

DPRD Pandeglang Bungkam, KITA Banten Desak Pemasangan Tiang WiFi di Batur Jaya Dihentikan

Selasa, 15 September 2026 - 12:03 WIB

Mulyani, Budi Arie, Dito, Gelombang Penyingkiran Orang Jokowi di Kabinet

Senin, 14 September 2026 - 22:30 WIB

H. Moch Soleh Silaturahmi ke Kediaman Joko Widodo di Surakarta, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Pemerintah

Berita Terbaru