Jembatan Gantung Penghubung Dua Kampung di Lebak Segera Dibangun, Warga Sambut Penuh Haru

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti masyarakat Kampung Bagu, Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang, dan Kampung Cikaung, Desa Sukamarga, Kecamatan Sajira, saat dilaksanakan sosialisasi pembangunan jembatan gantung penghubung kedua wilayah tersebut, Sabtu (7/6/2026).

Bagi masyarakat setempat, jembatan bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah. Infrastruktur tersebut menjadi simbol harapan, kemajuan, sekaligus bukti bahwa aspirasi masyarakat di pelosok daerah masih mendapat perhatian dari para wakil rakyat.

Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan aspirasi Ahmad Fauzi, Ketua DPW PKB Provinsi Banten sekaligus Anggota DPR RI Komisi V dari Daerah Pemilihan Banten I (Lebak-Pandeglang). Program itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih aman, cepat, dan layak.

Dalam kegiatan sosialisasi, Ahmad Fauzi diwakili Ketua DPC PKB Kabupaten Lebak, Acep Dimyati.

Di hadapan warga, Acep Dimyati menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini bukan hanya proyek fisik semata, melainkan bentuk nyata perjuangan dan komitmen Ahmad Fauzi dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat pusat.

“Jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua kampung, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik. Ini bentuk perhatian dan perjuangan Bapak Ahmad Fauzi agar masyarakat pelosok dapat merasakan pembangunan yang adil dan merata,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, warga Kampung Bagu dan Kampung Cikaung menghadapi keterbatasan akses, terutama saat musim hujan. Aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan kerap terhambat akibat sulitnya jalur penghubung antarwilayah.

Karena itu, kabar pembangunan jembatan gantung tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Warga mengaku telah lama menantikan hadirnya infrastruktur yang dapat memperpendek jarak tempuh serta mempermudah mobilitas sehari-hari.

Pembangunan jembatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan akses pelajar menuju sekolah, hingga membuka konektivitas yang lebih baik bagi aktivitas sosial dan kemasyarakatan.

Bagi masyarakat setempat, hadirnya jembatan gantung ini menjadi bukti bahwa perjuangan aspirasi rakyat tidak sia-sia. Harapan yang selama ini hanya menjadi impian perlahan mulai terwujud melalui pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, langkah Ahmad Fauzi memperjuangkan jembatan gantung tersebut dinilai menjadi simbol bahwa pembangunan harus hadir hingga ke pelosok. Sebab kemajuan daerah sejatinya tidak hanya diukur dari pembangunan di perkotaan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kini, warga Kampung Bagu dan Kampung Cikaung menatap masa depan dengan optimisme baru. Sebuah jembatan akan segera berdiri, menghubungkan dua wilayah, mempererat persaudaraan, serta menjadi saksi hadirnya perubahan bagi kehidupan masyarakat.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Bank Banten Dukung Program OJK Gencarkan Literasi Keuangan
Masuk Zona LSD, Kompleks Industri Milik Pengusaha JS di Jawilan Berpotensi Hambat Program Ketahanan Pangan
Kakanwil Pemasyarakatan Tekankan Pembenahan dan Penguatan Pengawasan di Lapas Kelas IIB Sorong
Publik Menunggu Kepastian, Inspektorat Pandeglang Didesak Tuntaskan Dugaan Pelanggaran Etik ASN
Generasi Muda Diajak Menjadi Penggerak Perubahan Lewat Dialog Publik di Bantul
Program BANGKIT Resmi Diluncurkan, Seribu Anak Papua Tengah Bakal Terima Bantuan Rp350 Ribu per Bulan
HUT Ke-4 Papua Tengah Meriah, Meki Nawipa Siapkan Hadiah Yospan Rp130 Juta dan Program Gizi Anak
LMND Soroti Dugaan Kejanggalan KIB Tanah DLH Manado, Warga Loreng Tempuh Jalur Politik dan Hukum
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Masuk Zona LSD, Kompleks Industri Milik Pengusaha JS di Jawilan Berpotensi Hambat Program Ketahanan Pangan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:25 WIB

Kakanwil Pemasyarakatan Tekankan Pembenahan dan Penguatan Pengawasan di Lapas Kelas IIB Sorong

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:03 WIB

Publik Menunggu Kepastian, Inspektorat Pandeglang Didesak Tuntaskan Dugaan Pelanggaran Etik ASN

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:14 WIB

Generasi Muda Diajak Menjadi Penggerak Perubahan Lewat Dialog Publik di Bantul

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:03 WIB

Program BANGKIT Resmi Diluncurkan, Seribu Anak Papua Tengah Bakal Terima Bantuan Rp350 Ribu per Bulan

Berita Terbaru