FORMASI Minta Polres Pandeglang Usut Dugaan Unggahan Media Sosial yang Menuai Polemik

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Pandeglang (FORMASI) secara resmi melaporkan dugaan konten media sosial yang dinilai bertentangan dengan norma agama ke Polres Pandeglang, Kamis (9/7/2026).

Pelaporan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh unsur yang tergabung dalam FORMASI. Sejumlah perwakilan organisasi dan tokoh masyarakat turut mengawal penyampaian laporan sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi yang berkembang di tengah masyarakat.

FORMASI menegaskan bahwa langkah hukum tersebut merupakan sikap kolektif organisasi, bukan inisiatif perseorangan. Melalui pelaporan itu, mereka berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara secara profesional, transparan, objektif, dan berkeadilan.

Juru bicara FORMASI, Sapta, menjelaskan bahwa laporan tersebut berkaitan dengan beredarnya unggahan di media sosial yang menampilkan slide foto dua orang laki-laki yang sedang bermesraan. Menurutnya, unggahan tersebut telah memunculkan keresahan sekaligus perdebatan di tengah masyarakat sehingga perlu memperoleh kejelasan melalui mekanisme hukum.

“Kami melaporkan persoalan ini agar kepolisian dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan memastikan apakah foto yang beredar tersebut merupakan dokumentasi yang autentik, hasil manipulasi, atau memiliki konteks lain. Kejelasan fakta sangat penting agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik yang berkepanjangan di tengah masyarakat,” ujar Sapta.

Sapta menambahkan, dalam unggahan yang beredar disebut-sebut salah satu sosok yang ditampilkan merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan penyelidikan yang profesional untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Apabila hasil penyelidikan menunjukkan adanya ASN yang benar-benar terkait dengan unggahan tersebut, maka proses selanjutnya harus dilakukan sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Namun, apabila informasi itu tidak terbukti benar, maka nama baik pihak yang dikaitkan juga harus dipulihkan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak menarik kesimpulan sebelum ada kepastian dari aparat penegak hukum,” katanya.

Sementara itu, advokat Ayi Erlangga menyampaikan bahwa laporan yang diajukan FORMASI bertujuan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk melakukan klarifikasi, pendalaman, dan penyelidikan berdasarkan alat bukti yang sah, tanpa mendahului kesimpulan terhadap pihak mana pun.

FORMASI berharap Polres Pandeglang dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional, transparan, objektif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, proses hukum diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang dikaitkan dalam unggahan tersebut maupun dari instansi tempat yang bersangkutan disebut bekerja. Seluruh dugaan yang disampaikan dalam laporan masih dalam tahap penyelidikan, dan setiap pihak tetap harus dihormati haknya berdasarkan asas praduga tak bersalah.

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan
Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak
Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua
Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”
Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu
Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:44 WIB

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu

Berita Terbaru