Skandal Kuansing, MataHukum Endus Aliran Dana ke Level Dirjen Planologi

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, terus melebar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mendalami dugaan permohonan alih fungsi kawasan hutan yang melibatkan Kementerian Kehutanan. Di tengah proses ini, lembaga penggiat hukum MataHukum mendesak KPK untuk membongkar keterlibatan pejabat eselon di Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan

Sekjen MataHukum, Mukhsin Nasir, menegaskan bahwa KPK tidak boleh berhenti pada peristiwa “amplop tertinggal” di ruang kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Menurutnya, ada jejak birokrasi yang lebih sistemik dalam permohonan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Kuansing.

“Pemeriksaan terhadap sembilan saksi oleh KPK pada 8 Juli 2026 hanyalah permukaan. Kami mencium adanya ‘pintu masuk’ transaksi yang sudah berlangsung jauh sebelum pertemuan menteri. KPK harus segera memanggil dan memeriksa Dirjen Planologi Kehutanan Ade Tri Ajikusumah, S.E., M.Si., serta Dony August Satria Direktur Pengukuhan Kawasan Hutan, karena hasil penelusuran bahwa dugaan kami uang lewat dirjen planologi juga diketahui menhut” tegas Mukhsin Nasir, Kamis (9/7/2026).

Jejak Birokrasi dan Dugaan ‘Pemutihan’ Lahan

Berdasarkan investigasi internal MataHukum, permohonan yang diajukan Suhardiman Amby berkaitan dengan skema PPTPKH. Mukhsin menyebut, permohonan izin tersebut bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari proses yang sudah mandek sejak era menteri sebelumnya.

“Ada dugaan kuat bahwa proses perizinan ini sudah berjalan di tingkat teknis. Jika izin sudah bisa diproses sedemikian jauh hingga ke tahap pengurusan SK Pemutihan, maka hampir mustahil tidak ada interaksi di level Dirjen Planologi. KPK harus menelusuri alur permohonan ini untuk mendalami uang yang mengalir di balik proses tersebut,” papar Mukhsin.

MataHukum menyoroti adanya gap atau blunder di lingkaran internal Kementerian Kehutanan akibat banyaknya permohonan perizinan yang tertahan. Fenomena amplop yang diklaim ‘tertinggal’ di ruang menteri, menurut MataHukum, merupakan indikasi bahwa ada upaya transaksional yang mendesak dari pihak pemohon karena proses di tingkat teknis (Planologi)

Uji Integritas KPK

KPK sendiri telah menetapkan Suhardiman Amby bersama Sekretaris Daerah Zulkarnain dan Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant, Ardiles, sebagai tersangka. Namun, MataHukum mengingatkan bahwa penyidikan kasus kehutanan kerap kali terputus pada aktor di daerah.

“KPK harus membuktikan ketajamannya. Jangan biarkan kasus ini hanya berhenti pada bupati. Periksa Dirjen Planologi dan Direktur terkait untuk membuka kotak pandora, siapa sebenarnya yang mengendalikan izin-izin kawasan hutan ini? jelas ada keterlibatan oknum birokrasi pusat yang memfasilitasi ‘jalan pintas’ bagi perizinan tersebut,” pungkas Mukhsin.

Hingga berita ini diturunkan, KPK terus melakukan pendalaman materi, termasuk kaitan antara suap lelang jabatan dengan dugaan gratifikasi pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kuansing. Publik kini menanti langkah berani KPK untuk menelusuri aktor di balik meja birokrasi kementerian.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ditresnarkoba Polda PBD Gagalkan Peredaran Sabu Lintas Provinsi
Kapolri Perintahkan Irwasum Polri Usut Pengaduan IPW Tentang Praktik Mafia Hukum Dittipideksus Bareskrim Polri Terkait Penanganan PT ARA
Kredit Bermasalah Crowde Rp739 Miliar, CBA: Jangan Hanya Gugat Perdata, Bongkar Juga Proses Pemberian Kredit
Kepala Ombudsman Jakarta Raya Apresiasi Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar
Nasabah Menang Lawan BCA di PN Bandung, CBA Soroti Kinerja OJK
LBH Peradi Profesional: Perkara Rp500 Ribu Ini Mencederai Rasa Keadilan Masyarakat
Kritik Proses Hukum Kilat Cekcok Parkir, Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan di PN Jakarta Timur
Saldo Rp394 Juta Terblokir, Nasabah Mandiri Jambi Kehilangan Rp90 Juta Tanpa Pemberitahuan
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 19:00 WIB

Ditresnarkoba Polda PBD Gagalkan Peredaran Sabu Lintas Provinsi

Senin, 7 September 2026 - 13:52 WIB

Kapolri Perintahkan Irwasum Polri Usut Pengaduan IPW Tentang Praktik Mafia Hukum Dittipideksus Bareskrim Polri Terkait Penanganan PT ARA

Sabtu, 5 September 2026 - 18:27 WIB

Kredit Bermasalah Crowde Rp739 Miliar, CBA: Jangan Hanya Gugat Perdata, Bongkar Juga Proses Pemberian Kredit

Sabtu, 5 September 2026 - 18:05 WIB

Kepala Ombudsman Jakarta Raya Apresiasi Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar

Jumat, 4 September 2026 - 16:41 WIB

Nasabah Menang Lawan BCA di PN Bandung, CBA Soroti Kinerja OJK

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Ditresnarkoba Polda PBD Gagalkan Peredaran Sabu Lintas Provinsi

Selasa, 8 Sep 2026 - 19:00 WIB