Konflik Lahan Rancapinang, Mulyadhi Tegaskan Komitmen DPRD Pandeglang untuk Cari Solusi Adil

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 17 Juni 2025 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Mulyadhi anggota komisi ll DPRD Pandeglang Fraksi PKB.

i

Foto Mulyadhi anggota komisi ll DPRD Pandeglang Fraksi PKB.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang — Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi PKB, Mulyadhi, S.E., yang juga duduk di Komisi II, menyatakan kesiapannya untuk mengawal penyelesaian sengketa lahan antara warga Desa Rancapinang dan pihak TNI AD. Konflik tersebut mencuat akibat klaim warga bahwa tanah yang kini dikuasai secara legal oleh TNI AD dulunya dijual secara tidak sah oleh oknum tertentu.

Mulyadhi menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum, sehingga setiap persoalan harus diselesaikan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku dan tetap mengedepankan rasa keadilan bagi semua pihak, (17/6).

“Intinya, kita semua harus bekerja dengan hati. Pada dasarnya, masyarakat harus kita jaga dan cintai. Rasa keadilan semua pihak harus ditegakkan. Pemerintah bersama pihak terkait harus duduk bersama menyelesaikan masalah ini, jangan sampai semuanya dirugikan,” ungkapnya, Selasa (17/6/2025).

Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas keresahan warga, yang merasa hak mereka atas tanah tersebut berpindah tangan tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka. “Kami menghormati legalitas kepemilikan lahan oleh TNI AD. Namun keresahan warga tidak boleh diabaikan,” lanjut Mulyadhi.

Menurutnya, penyelesaian konflik harus dilakukan secara bijaksana agar tidak menimbulkan ketegangan sosial yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi dan rasa keadilan kepada semua pihak.

“Pendekatan persuasif dan mediasi adalah langkah paling bijak. Ini bukan hanya soal status tanah, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara,” tuturnya.

Mulyadhi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing provokasi, serta menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen akan terus mengawal proses penyelesaian konflik ini sampai tuntas.

“Saya dipilih dan diberi amanah oleh rakyat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Saya yakin pasti ada jalan keluar yang baik untuk semua,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dugaan Subkontrak Sepihak dan Progres Lambat, Proyek Preservasi Jalan Banten Selatan Jadi Sorotan
Kasus Gas Portable Gabriel Lumbantoruan: Tanpa Bukti Sah, Buruh Pabrik Dituntut 1 Tahun Penjara
LSM WGAB Minta Aparat Cek Dugaan Aktivitas Tambang Emas di Amberbaken
Dr. Zentoni Kembali Menjabat Direktur Eksekutif LBH Bogor Periode 2026
Buruh Pabrik Gabriel Lumbantoruan Diduga Dikriminalisasi Kasus Gas Portable Ratusan Ribu Rupiah, LBH PERADI Minta Perlindungan KY
Agus Pertanyakan Keteladanan Gibran, Desak DPR Sikapi Polemik Ijazah dan Serukan Wapres Mundur
Awas Penyimpangan, Proyek Rp4,68 Miliar di Jalan Sunan Kalijaga Rangkasbitung Disorot
Penambang Legal Ditertibkan, Penambang Ilegal Diduga Bermunculan di Nabire Dipertanyakan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Dugaan Subkontrak Sepihak dan Progres Lambat, Proyek Preservasi Jalan Banten Selatan Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:04 WIB

LSM WGAB Minta Aparat Cek Dugaan Aktivitas Tambang Emas di Amberbaken

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dr. Zentoni Kembali Menjabat Direktur Eksekutif LBH Bogor Periode 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Buruh Pabrik Gabriel Lumbantoruan Diduga Dikriminalisasi Kasus Gas Portable Ratusan Ribu Rupiah, LBH PERADI Minta Perlindungan KY

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Agus Pertanyakan Keteladanan Gibran, Desak DPR Sikapi Polemik Ijazah dan Serukan Wapres Mundur

Berita Terbaru