Purnawirawan TNI dan GLADIATOR Desak KPK Tindak Tegas Koruptor

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Aksi Purnawirawan TNI di depan KPK.

i

Foto Aksi Purnawirawan TNI di depan KPK.

Ikuti kami di Google News

Jakarta | Ratusan purnawirawan TNI bersama elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Lintas Aliansi Adili Koruptor (GLADIATOR) menggelar aksi moral di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarya 2 Oktober 2025.

Purnawirawan TNI dan GLADIATOR Desak KPK Tindak Tegas Koruptor I Teras Media

Mereka menuntut lembaga antirasuah segera mengambil langkah nyata dalam pemberantasan korupsi.

Hadir di barisan depan Jenderal Purn Fachrul Razi, Laksamana Purn Slamet Soebianto, dan Kolonel Purn Sugeng Waras, bersama sejumlah tokoh lintas profesi.

Kehadiran mereka disebut sebagai simbol bahwa perjuangan melawan korupsi bukan seremonial, melainkan panggilan sejarah.

Dalam orasi, para purnawirawan menegaskan bahwa praktik korupsi telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa. Dana pembangunan disebut dirampok, kebijakan publik dikendalikan mafia politik, dan rakyat kecil selalu menjadi korban.

Purnawirawan TNI dan GLADIATOR Desak KPK Tindak Tegas Koruptor I Teras Media

Karena itu, KPK didesak tidak gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun.

GLADIATOR menyampaikan lima tuntutan utama: mengadili koruptor besar tanpa tebang pilih, merampas aset hasil korupsi untuk negara, memperkuat independensi KPK, membuka sidang kasus besar secara transparan, serta membenahi sistem politik dan pemilu dari praktik politik uang dan oligarki.

Massa aksi juga mengingatkan bahwa kezaliman tumbuh bukan hanya karena banyaknya orang jahat, tetapi juga karena diamnya orang baik.

Mereka menyerukan agar rakyat bersatu melawan korupsi melalui jalur konstitusional, efektif, dan bermartabat.

Aksi ditutup dengan tekad bersama: membangkitkan Indonesia dengan pemerintahan yang bersih. Korupsi dinilai sebagai musuh bersama yang merugikan negara secara finansial, merampas hak rakyat, dan mengancam masa depan generasi muda.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

CBA Tantang KPK: Jangan Cuma Garang di Konferensi Pers, Buktikan Mafia Bea Cukai di Sidang
Kejari Lebak di Demo : GAMPAR Desak Kejari Periksa Eks Pengurus UPK Program PNPM Tahun 2014 Se Kabupaten Lebak
LAN Kota Tangerang Peringati HANI 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Perang Melawan Narkoba
Skandal PLN Buku 2024–2025 Dilaporkan, MataHukum Desak Kejagung Periksa Direksi
BNN Petakan Enam Kampung Rawan Narkoba di Bangka Belitung
Modus Haji Khusus VIP Terbongkar, Polda Banten Ringkus Dua Tersangka
Polsek Rajeg Ungkap Kasus Pemerasan Bermodus Mengaku Polisi dan Wartawan
CBA Minta Kejati DKI Selidiki Pengadaan Mobil Derek Rp62,8 Miliar
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:29 WIB

CBA Tantang KPK: Jangan Cuma Garang di Konferensi Pers, Buktikan Mafia Bea Cukai di Sidang

Senin, 29 Juni 2026 - 21:52 WIB

Kejari Lebak di Demo : GAMPAR Desak Kejari Periksa Eks Pengurus UPK Program PNPM Tahun 2014 Se Kabupaten Lebak

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:32 WIB

LAN Kota Tangerang Peringati HANI 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Perang Melawan Narkoba

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:44 WIB

Skandal PLN Buku 2024–2025 Dilaporkan, MataHukum Desak Kejagung Periksa Direksi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:02 WIB

BNN Petakan Enam Kampung Rawan Narkoba di Bangka Belitung

Berita Terbaru