Azka Aufary Ramli : Melemahnya permintaan Sektor Manufaktur Global

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 20 Juni 2023 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Poto: Azka aufary ramli bersama ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

i

Keterangan Poto: Azka aufary ramli bersama ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Kondisi ekonomi global yang semakin memburuk kembali terlihat dari lemahnya angka produksi sektor manufaktur. Menurut survei yang dirilis oleh S&P Global, pabrik-pabrik di Amerika Serikat (AS) dan di seluruh zona euro melaporkan penurunan pesanan baru untuk produk manufaktur pada bulan Mei.

Data S&P Global menunjukkan sektor manufaktur AS jatuh ke wilayah kontraksi pada bulan Mei. Survei serupa yang dirilis oleh Institute for Supply Management yang menunjukkan industri manufaktur mengalami kontraksi selama tujuh bulan berturut-turut hingga bulan Mei, dengan laju yang lebih cepat daripada bulan sebelumnya,” Jakarta 20/06/23.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Kehormatan Badan Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (BAKORNAS FOKUSMAKER) menyatakan :

“Di tengah melemahnya pertumbuhan industri manufaktur yang semakin mencemaskan, harus segera dilakukan upaya terkonsolidasi dan sistematis antar instansi untuk meningkatkan daya saing industri manufaktur.” Ujar, Azka Aufary Ramli

Berikut ini merupakan beberapa penyebabnya :
Pergeseran Barang ke Jasa
Konsumen di seluruh dunia terpaksa mengurangi pengeluaran untuk bidang jasa pada 2020 karena pandemi, yang mengakibatkan lonjakan pembelian barang. Namun pascapandemi, konsumen mengalihkan pengeluaran mereka kembali ke jasa.

Suku Bunga Tinggi
Naiknya suku bunga untuk menjinakkan inflasi dengan mendinginkan permintaan, yang pada akhirnya mendorong bank untuk memperketat standar pinjaman.

Resesi
The Fed menegaskan kembali tentang resesi AS yang ringan di akhir tahun, meskipun pasar tenaga kerja negara itu tetap stabil. Data yang direvisi minggu ini menunjukkan bahwa 20 negara zona euro bakal ambles ke dalam resesi sekitar pergantian tahun.

Kenaikan suku bunga dan inflasi yang tinggi membebani konsumen dan bisnis di kedua wilayah, meskipun kenaikan harga telah berkurang dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Kejagung Kembali Periksa 1 Orang Saksi,Terkait Perkara BAKTI Menkominfo 

Kemudian, bagaimana kaitannya dengan Indonesia?
Indonesia masih memiliki sejumlah risiko yang harus dihadapi selama 2023-2024. Diantaranya, melandainya harga-harga komoditas andalan ekspor karena permintaan global saat ini melemah.

“Situasi saat ini dinamis. Berbagai kemungkinan bisa terjadi dengan kenaikan suku bunga, capital outflow terjadi di seluruh negara berkembang dan bisa mempengaruhi nilai tukar, suku bunga, dan inflasi. Melemahnya permintaan global karena pertumbuhan global melandai akibat berkepanjangannya tren kenaikan suku bunga acuan di negara maju.” Ujar, Ketua Bidang Perdagangan DPP AMPI ini

Belakangan ini, masih berlanjutnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri manufaktur yang ada di Indonesia. Informasi PHK massal datang dari produsen sepatu Adidas yakni PT Panarub Industry di Tangerang, Banten. Sebanyak 1.400 karyawan dikabarkan terkena PHK.

Kondisi yang terjadi saat ini disebabkan oleh situasi global yang masih belum stabil. Sehingga, menyebabkan permintaan terhadap alas kaki buatan Indonesia menjadi berkurang.

Selain PT Panarub Industry, kabar PHK lainnya datang dari PT Horming Indonesia, produsen sepatu merk Puma melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 600 dari 2.400 karyawan dikarenakan menurunnya permintaan pesanan.

Kondisi PT Horming hampir sama dengan PT Tuntex, produsen pakaian Olahraga merk Puma yang tutup dan mem PHK 1.200 karyawannya pada April lalu.

“Semoga perekonomian di Indonesia dapat segera bangkit. Sehingga, tidak ada lagi perusahaan yang menambah daftar panjang PHK massal.” Tutup Politisi Muda Partai GOLKAR ini

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus
MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag
Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal
Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras
Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi
HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar
Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:28 WIB

Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus

Senin, 29 Juni 2026 - 23:11 WIB

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag

Senin, 29 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:50 WIB

Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:23 WIB

Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Polda Banten Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Sitaannya Capai Rp90,5 Miliar

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:50 WIB