Budayawan Harap Polri Bijak Sikapi Polemik di Masyarakat

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 13 Juli 2023 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Kepolisian diharapkan bertindak cepat dan mampu mendeteksi sedini mungkin potensi polemik di tengah masyarakat.

i

Keterangan foto : Kepolisian diharapkan bertindak cepat dan mampu mendeteksi sedini mungkin potensi polemik di tengah masyarakat.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Kepolisian diharapkan bertindak cepat dan mampu mendeteksi sedini mungkin potensi polemik di tengah masyarakat, terutama yang terkait dengan isu agama dan politik, guna menjaga stabilitas kamtibmas menjelang Pemilu 2024.

Menurut budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo, selama ini isu agama dan politik sering menimbulkan polemik, bahkan konflik, apabila tidak cepat diantisipasi serta ditangani dengan baik oleh pemerintah, termasuk aparat keamanan.

“Jangan sampai polemik dibiarkan berlarut-larut sehingga memicu polarisasi bahkan konflik horisontal. Oleh sebab itu, pemerintah di tingkat pusat maupun daerah, khususnya aparat keamanan, harus memiliki sense of crisis dan proaktif mencegah konflik di tengah masyarakat,” ujarnya, Rabu (12/7/2023).

Kidung Tirto mengatakan perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang biasa terjadi di negara demokratis seperti Indonesia, tetapi perlu dimonitor dan dikendalikan dengan baik agar tidak menimbulkan polemik, polarisasi bahkan perpecahan antar anak bangsa.

“Sejarah membuktikan bahwa perbedaan pendapat, terutama yang terkait dengan isu agama dan politik, dapat menimbulkan polarisasi di masyarakat. Kedua isu ini juga sangat rentan dimanipulasi dan sensitif karena terkait dengan keyakinan individu atau kelompok,” ungkap spiritualis asal Gunung Lawu ini.

Dia menilai pemerintah selama ini cukup bijak dalam menyikapi polemik di masyarakat, tidak hanya isu agama dan politik, tetapi juga terkait permasalahan ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan kemasyarakatan

Sebagai contoh, pro dan kontra kebijakan Omnibus Law dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) tidak berkembang menjadi konflik. Begitu juga isu keagamaan yang mencuat akhir-akhir ini, seperti perbedaan penetapan Hari Raya, kasus Pesantren Al-Zaytun, hingga perdebatan tentang nasab habib (keturunan Nabi).

“Isu-isu politik bahkan lebih ramai lagi, apalagi menjelang Pemilu. Bahkan sering kita temui isu liar atau berita hoax di media sosial yang bisa memancing konflik. Di sinilah peran pemerintah melalui instansi terkait untuk mencegah dan bertindak guna mencegahnya,” ungkap Kidung Tirto.

Dia menilai Kepolisian selama ini cukup sigap dan bijak dalam menyikapi isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat, bahkan yang sempat viral di media sosial. “Berdasarkan pengamatan, polisi responsif menindaklanjuti informasi dari masyarakat termasuk dari media sosial yang sering viral. Ini salah satu contoh langkah cepat Polri mengantisipasi potensi polemik,” ujarnya.

Menurut dia, jajaran Polri mulai dari tingkat pusat hingga daerah kini semakin kompak selaras dengan program Presisi yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

“Polri berhasil melalui ujian yang cukup berat beberapa waktu lalu dan meraih kembali kepercayaan masyarakat. Momentum ini kesempatan baik bagi Polri untuk meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat,” lanjut Kidung Tirto.

Dia berharap Polri selalu terbuka mendengar masukan dan keluhan masyarakat, termasuk menerima kritik dalam rangka perbaikan institusi. Sinergitas Polri dengan para pemangku kepentingan juga perlu diperkuat, baik dengan lembaga/institusi lain, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, media, maupun masyarakat.

Secara khusus, Kidung Tirto mengapresiasi kinerja beberapa Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yang dinilai mampu menjalankan program Presisi Kapolri dengan sangat baik, di antaranya Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika SH SIK MSi dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dr. Toni Harmanto MH.

“Kedua Kapolda itu dikenal humanis, tetapi tegas dalam penegakan hukum. Banyak program dan kegiatan yang mereka jalankan sesuai dengan arahan Kapolri dalam rangka pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum,” ungkap Kidung Tirto.

Dia mengatakan kinerja Polri yang semakin baik dan kepercayaan masyarakat saat ini tidak terlepas dari profesionalitas Kapolri dalam menugasskan personel sesuai dengan kemampuan dan prestasinya.

“Reward dan punishment sudah berjalan di tubuh Polri. Personel berprestasi diapresiasi dan dipromosikan, yang melanggar dikenakan sanksi dan dihukum setimpal,” ujarnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus
MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag
Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal
Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras
Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi
HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar
Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:28 WIB

Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus

Senin, 29 Juni 2026 - 23:11 WIB

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag

Senin, 29 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:50 WIB

Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:23 WIB

Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Polda Banten Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Sitaannya Capai Rp90,5 Miliar

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:50 WIB