Klarifikasi Budiman Sudjatmiko: Saya Tidak Pernah Mengusir Mahasiswa

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko

i

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, memberikan klarifikasi resmi mengenai dinamika yang terjadi dalam forum diskusi mahasiswa di Semarang, Jumat (12/6/2026). Budiman membantah narasi yang menyebut dirinya mengusir salah satu mahasiswa peserta diskusi, dan meluruskan kronologi kejadian yang sebenarnya.

Acara bertajuk “Indonesia Emas atau Cemas? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini” tersebut sedianya digelar dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung lancar pada pagi hari di Universitas Diponegoro (Undip), disusul sesi kedua pada siang hari di Kafe Embun Senja, Semarang.

Dalam forum tersebut, Budiman hadir bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip dan Ketua BEM Universitas Brawijaya (Unbraw) untuk memaparkan kondisi terkini program pemerintah. Serta menjelaskan paradigma baru pemikiran Presiden Prabowo Subianto terkait program-program yang belakangan menjadi aspirasi dalam aksi demonstrasi mahasiswa.

Kronologi Perdebatan dalam Forum
Ketegangan mulai muncul pada sesi diskusi kedua di Kafe Embun Senja. Salah seorang mahasiswa peserta diskusi menyampaikan kritik tajam terkait komitmen serta rekam jejak Budiman Sudjatmiko sebagai mantan aktivis yang kini berada di birokrasi.

“Saya rasa Bapak sangat munafik ketika berbicara bahwa pemerintah tidak sedang meninabobokan rakyat. Justru saya kira itulah cara negara membangun ideologi yang membuat orang-orang seperti Bapak duduk di depan hari ini,” ujar mahasiswa tersebut dalam forum.

Mahasiswa itu juga mempertanyakan objektivitas penilaian Budiman terhadap program pemerintah setelah mendapatkan kedudukan di dalam kabinet. Namun, saat Budiman hendak memberikan tanggapan dan jawaban, mahasiswa tersebut menolak mendengarkan respon, langsung bersiap meninggalkan ruangan, dan justru menantang Budiman untuk melanjutkan diskusi berdua saja di luar forum.

Menolak Respons dan Tidak Menghargai Forum
Budiman menjelaskan bahwa dirinya melayangkan teguran keras bukan tanpa alasan, melainkan karena tindakan mahasiswa tersebut dinilai tidak menghormati forum ilmiah yang sedang berjalan.

“Menurut saya diskusi yang ingin diajukan bukan lagi mengenai substantif topik. Saya meminta dia untuk tinggal di forum itu. Tetapi, karena hak saya merespon pertanyaannya di depan forum tidak ditanggapi, maka saya menegur keras dan dia malah meminta saya keluar dari forum itu untuk berdiskusi berdua saja dengannya di luar,” urai Budiman.

Dirinya menyatakan keberatan atas sikap tersebut karena masih ada kewajiban untuk melanjutkan dialog dengan elemen mahasiswa lainnya yang hadir di lokasi.

“Hal itu yang membuat saya keberatan. Karena dia tidak menghargai forum, karena saya harus melanjutkan diskusi dengan mahasiswa dari HMI Semarang, PMII Semarang, dan lainnya,” tambah Kepala BP Taskin tersebut.

Budiman sangat menyayangkan potongan peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial, karena mengaburkan substansi penting dan menarik yang sebenarnya sedang dibahas bersama para mahasiswa.

Di akhir penjelasannya, Budiman menekankan pentingnya menjaga esensi ruang dialog dengan kepala dingin dan adu argumen yang konstruktif.

“Negara tidak bisa dibangun hanya dengan kemarahan. Negara dibangun dengan gagasan, dengan argumentasi, dan dengan kemampuan menghadirkan jalan keluar,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

MataHukum Desak Kejari Usut Proyek Jalan Rp10,6 Miliar di PUPR Lebak
Gus Muhaimin: PKB Harus Hadir Bukan Hanya Saat Pemilu
Sambut Kongres III SARBUPRI, KBBI Ajak Buruh Perkebunan Berserikat
DPRD DKI Sahkan Perda P4GN, Perangi Ancaman Narkoba di 137 Kawasan Rawan Jakarta
Koalisi Cinta Jakarta Apresiasi Langkah Nyata Gubernur Pramono Anung Hadirkan Ribuan Lapangan Kerja
Aksi Mahasiswa Berlangsung Kondusif, BaraNusa Apresiasi Pendekatan Persuasif Polisi
Dukung Aksi Mahasiswa, MataHukum Tuding Korupsi Kian Brutal
Seluruh Kepala Desa di Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Kompak Jaga Kondusifitas Kabupaten Bogor
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:24 WIB

MataHukum Desak Kejari Usut Proyek Jalan Rp10,6 Miliar di PUPR Lebak

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:39 WIB

Gus Muhaimin: PKB Harus Hadir Bukan Hanya Saat Pemilu

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:40 WIB

Sambut Kongres III SARBUPRI, KBBI Ajak Buruh Perkebunan Berserikat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:55 WIB

Klarifikasi Budiman Sudjatmiko: Saya Tidak Pernah Mengusir Mahasiswa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:10 WIB

Koalisi Cinta Jakarta Apresiasi Langkah Nyata Gubernur Pramono Anung Hadirkan Ribuan Lapangan Kerja

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

BNN Amankan 10 WNI Positif Narkoba Usai Pulang dari Thailand

Minggu, 14 Jun 2026 - 20:10 WIB

PKB Jabar Fest sekaligus pengukuhan DPAC PKB se-Jawa Barat yang digelar di Youth Centre Arcamanik, Bandung, Minggu (15/6).

Nasional

Gus Muhaimin: PKB Harus Hadir Bukan Hanya Saat Pemilu

Minggu, 14 Jun 2026 - 19:39 WIB