Dewan Pendidikan Papua Tengah: Kunker Gubernur ke Dogiyai Bukti Keberpihakan pada Pendidikan

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

DOGIYAI – Dewan Pendidikan Provinsi Papua Tengah mengapresiasi kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa ke Kabupaten Dogiyai, khususnya ke wilayah Mapia, Senin (7/9/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Yusak Ernes Tebai, yang menilai kunjungan gubernur sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Asrama SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Mapia di Kampung Omakapau, Diyoudimi, Distrik Mapia, merupakan bukti nyata keberpihakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap pembangunan pendidikan di wilayah pegunungan.

“Kunjungan Bapak Gubernur ke Dogiyai, khususnya Mapia, menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan melihat langsung kebutuhan masyarakat. Ini merupakan bentuk keberpihakan yang nyata terhadap pendidikan anak-anak Papua Tengah,” ujar Yusak.

Kehadiran Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa disambut hangat masyarakat Mapia. Senyum anak-anak sekolah, lantunan nyanyian, busana adat serta tarian yang menggambarkan kepakan burung cenderawasih mewarnai penyambutan rombongan gubernur.

Bunga kemudian dikalungkan kepada Meki sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan sukacita masyarakat atas kedatangannya.

Di balik sambutan tersebut, tersimpan harapan besar masyarakat agar anak-anak di wilayah pegunungan memperoleh akses pendidikan yang semakin baik, termasuk fasilitas tempat tinggal yang layak bagi mereka yang harus menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman.

Harapan itu diwujudkan melalui peletakan batu pertama pembangunan Asrama SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Mapia. Dalam kegiatan tersebut, Meki didampingi Bupati Dogiyai Yudas Tebai bersama jajaran Forkopimda dan pemerintah daerah.

Bagi masyarakat Mapia, pembangunan asrama tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Asrama diharapkan menjadi rumah kedua bagi anak-anak dari kampung-kampung sekitar yang datang untuk menuntut ilmu.

Gubernur Meki Nawipa juga menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh berhenti pada pembangunan gedung. Fasilitas penunjang bagi siswa juga harus disiapkan agar mereka dapat belajar dan tinggal dengan nyaman.

“Saya berkomitmen akan bangun sekolah di sini. Saya akan fasilitasi semuanya lengkap, tempat tidur, kasur, semuanya lengkap,” ujar Meki.

Menurut Yusak, komitmen tersebut penting karena pembangunan pendidikan di Papua Tengah membutuhkan kehadiran pemerintah secara langsung, terutama di wilayah pegunungan dan kampung-kampung yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas.

Ia menilai, setiap anak Papua memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas, dan manusiawi.

“Pendidikan tidak boleh hanya terkonsentrasi di kota. Anak-anak di kampung dan wilayah pegunungan juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Karena itu, langkah Gubernur Meki Nawipa harus diapresiasi,” kata Yusak.

Ia berharap pembangunan asrama dan fasilitas pendidikan lainnya dapat berjalan secara konsisten serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Peletakan batu pertama ini harus menjadi awal dari pembangunan sumber daya manusia Papua Tengah. Karena membangun Papua bukan hanya membangun jalan dan gedung, tetapi juga membangun masa depan anak-anak Papua melalui pendidikan,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Arif Rahman: Ikan Bermutu, Kunci Generasi Pandeglang Lebih Cerdas
Dave Laksono: Modernisasi Alutsista Tak Cukup, SDM Harus Siap Mengoperasikan
Marwan Jafar PKB: Standar Kewajaran LPS Harus Terukur dan Akuntabel
Lewat Pendidikan Politik, Anton Suratto Bangun Kader Partai Demokrat yang Tangguh di Jabar
Ijazah Gibran: Soal Administrasi atau Pertarungan Politik, Zulhamedy Syamsi Ungkap Makna di Balik Polemik
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:29 WIB

 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Arif Rahman: Ikan Bermutu, Kunci Generasi Pandeglang Lebih Cerdas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Dave Laksono: Modernisasi Alutsista Tak Cukup, SDM Harus Siap Mengoperasikan

Berita Terbaru