BOGOR – Gerakan Pramuka sebagai wadah pengembangan bakat dan minat kaum muda terus berinovasi untuk meningkatkan minat remaja dan pemuda terhadap kegiatan kepramukaan. Pramuka tidak hanya identik dengan kegiatan di sekolah seperti tepuk tangan dan bernyanyi, tetapi juga mengajak anggotanya berkegiatan di alam terbuka, berpetualang, serta mengembangkan kemandirian dan kerja sama.
Hal tersebut dilakukan Pramuka SMP Negeri 192 Jakarta Timur dan SMP Perguruan Rakyat 1 Jakarta Selatan melalui kegiatan Perkemahan Gabungan yang digelar di Bumi Perkemahan Raynia Camp, Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 5–6 September 2026.
Kegiatan tersebut digagas oleh Kak Adhwa, salah satu pembina Pramuka yang selama ini aktif membina kegiatan kepramukaan di sejumlah Gugus Depan. Perkemahan gabungan ini juga menjadi langkah awal menuju kegiatan yang lebih besar, mengingat dalam waktu dekat Pramuka SMP Perguruan Rakyat 1 akan menggelar lomba antar-Gugus Depan di wilayah sekitar.
“Kegiatan ini agar lebih memberi semangat dan gairah berlatih bagi adik-adik Pramuka,” kata Adhwa saat berada di lokasi kegiatan, 5 September 2026.
Para peserta berangkat pada pagi hari dari sekolah masing-masing. Setibanya di lokasi, mereka langsung mendirikan tenda secara mandiri untuk tempat bermalam. Keceriaan terlihat dari wajah para peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bahkan, beberapa peserta menyempatkan diri berfoto dengan latar belakang Gunung Salak yang tampak gagah dari kawasan perkemahan.
“Selama mengikuti kegiatan camping, saya merasa senang, bahagia, dan mendapatkan banyak pengalaman baru. Camping mengajarkan saya untuk menjadi lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dengan teman-teman. Walaupun terkadang merasa lelah, semua kegiatan tetap menyenangkan dan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan,” kata Dealova Bunga Zahranda, siswa kelas 8 SMP Negeri 192 Jakarta, 6 September 2026.
Selain meningkatkan kemandirian, kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antaranggota Pramuka sekaligus memberikan suasana baru agar peserta tidak merasa jenuh dengan rutinitas latihan di Gugus Depan.
Dalam perkemahan tersebut, peserta juga mendapatkan pendalaman materi kepramukaan, di antaranya penggunaan kompas, semaphore, serta Tanda Kecakapan Khusus (TKK).
“Kami senang dengan kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini rutin diadakan setahun sekali,” ujar salah seorang peserta.
Beragam kegiatan disiapkan untuk membuat perkemahan semakin menarik. Peserta tidak hanya mengikuti materi kepramukaan, api unggun, outbound, dan membaca Al-Qur’an bersama, tetapi juga mendapatkan pengalaman bercocok tanam dan berkebun.
Peserta kemudian diajak melakukan trekking menuju Curug Cikaracak dengan durasi perjalanan sekitar dua jam pulang-pergi. Untuk menuju loket Curug Cikaracak, peserta menggunakan kendaraan odong-odong dan pikap sehingga dapat menikmati pemandangan alam pedesaan yang indah dan sejuk.
“Seru, menambah pengalaman dan teman baru, belajar kekompakan, kerja sama, dan mandiri,” kata Hafsah Hasna, siswa kelas 8 SMP Perguruan Rakyat 1, saat dimintai pendapatnya, 6 September 2026.
Hafsah berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada masa mendatang.
“Semoga yang akan datang ada kegiatan camping atau kegiatan seru lainnya yang bisa menyatukan saya dengan kawan-kawan dari sekolah lain,” ujarnya.
Sejumlah pembina turut hadir memantau jalannya kegiatan, di antaranya Kak Satria dari Mata Tunas 17, Bapak Wawan selaku Kepala SMP Perguruan Rakyat 1, Miss Eka selaku Pembina Pramuka SMP Perguruan Rakyat 1, serta Bu Sri Wahyuni selaku Pembina Pramuka SMP Negeri 192 Jakarta.
Kehadiran para pembina tersebut untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan aman.
Kegiatan ditutup dengan upacara penutupan sekaligus pelantikan tingkat. Sekitar pukul 15.00 WIB, seluruh peserta meninggalkan area Bumi Perkemahan Raynia Camp, Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Yang pasti kita selalu berusaha untuk menyajikan kegiatan yang menyenangkan di tengah krisisnya minat remaja dan pemuda terhadap kegiatan Pramuka,” kata Kak Satria yang juga mengelola Raynia Camp, 6 September 2026.
Perkemahan gabungan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rekreasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama bagi generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.











