Ajak Mediasi, Kades Kramat Masih Bungkam Soal Dugaan Pungli PTSL

Avatar photo

- Penulis

Senin, 9 Oktober 2023 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Kab. Tangerang – Tersandung dugaan pungutan liar (pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Kepala Desa Kramat, Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, didampingi tim kuasa hukumnya berikan keterangan.

Dalam keterangan yang diterima sejumlah awak media di rumah makan Desa Kalibaru, Sabtu (7/10/2023) kemarin, Tegar Prayoga, SH, selaku kuasa hukum Kepala Desa Kramat, menyarankan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menerima ataupun menyebarkan informasi.

“Jangan sampai karena terprovokasi dari salah satu masyarakat malah akan berurusan dengan hukum atau hanya ikut-ikutan ataupun share berita padahal belum tentu terjadi. Jangan sampai nantinya masyarakat malah tersandung dengan pelanggaran UU ITE, jadi mohon masyarakat tetap bijak dan tenang dalam menghadapi segala sesuatu yang sedang beredar,” ucap Tegar dalam keterangannya kepada awak media.

“Untuk itu saya berharap dan menghimbau kepada masyarakat Desa Kramat agar lebih bijak lagi dalam menyikapi suatu informasi yang beredar di media sosial maupun lingkungan sekitar,” sambungnya.

Dikesempatan itu, pihak kuasa hukum Kades Kramat mengatakan bahwa program PTSL di lokasi tersebut sudah selesai bahkan sertifikatnya sudah diterima oleh masyarakat.

“Alhamdulillah saat ini program PTSL Desa Kramat sudah selesai sesuai dengan kouta yang diberikan oleh BPN Kabupaten Tangerang dan sertifikat pun sudah diterima masyarakat dan jadi, mungkin,” terangnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Kramat H. Nuralam mengucapkan rasa terimakasihnya kepada masyarakat Desa Kramat yang masih mempercayai dan mendukung dirinya untuk menjadi pemimpin Desa.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Kramat yang telah mempercayakan saya kembali untuk memimpin Desa Kramat,” ucapnya.

Menurutnya, beda pilihan itu hal biasa dalam pesta demokrasi, yang terpenting jangan sampai karena perbedaan menjadikan saling bermusuhan dan berpecah belah didalam bermasyarakat.

“Kita harus menjaga kerukunan ini dan marilah kita bersatu kembali untuk membangun Desa Kramat,” ungkapnya.

“Insya Allah kedepannya kami akan memimpin agar Desa Kramat ini lebih baik lagi dan mengedepankan integritas, demi terciptanya desa Kramat yang lebih maju,” tandasnya.

Namun sayangnya, dalam klarifikasi tersebut pihaknya masih enggan menjelaskan saat ditanyakan terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum aparatur sipil Desa Kramat, kepada warga dalam mengurus pendaftran program PTSL.

Sebelumnya tersiar, dalam video wawancara wartawan, sebagian masyarakat menyebut dalam kepengurusannya, mereka dikenakan biaya sebesar jutaan rupiah oleh oknum aparatur sipil desa. (Yud)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Staf Ahli Kapolri Tinjau Lokasi Karhutla KM 38 Palangka Raya di Tengah Kabut Asap
KNPI Gelar Konsolidasi Akbar, 10 Tokoh Nasional Terima KNPI Award 2026 di Hari Sumpah Pemuda ke‑98
Warga Pertanyakan Pemasangan Tiang WiFi MyRepublic di Kampung Batur Jaya, Diduga Tanpa Persetujuan Pemilik Lahan
Didukung Pengawasan Berlapis, BPJN Komitmen Jaga Kualitas Jalan Mamasa-Malabo
Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa
PPK Diduga Langgar KAK dan Aturan LKPP, Kadisdik Bekasi Enggan Menjelaskan
Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan
PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Staf Ahli Kapolri Tinjau Lokasi Karhutla KM 38 Palangka Raya di Tengah Kabut Asap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:45 WIB

KNPI Gelar Konsolidasi Akbar, 10 Tokoh Nasional Terima KNPI Award 2026 di Hari Sumpah Pemuda ke‑98

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Warga Pertanyakan Pemasangan Tiang WiFi MyRepublic di Kampung Batur Jaya, Diduga Tanpa Persetujuan Pemilik Lahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Didukung Pengawasan Berlapis, BPJN Komitmen Jaga Kualitas Jalan Mamasa-Malabo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa

Berita Terbaru