Direktur CBA: DPR Sibuk Menikmati Fasilitas, Rakyat Kian Terhimpit

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (red).

i

Foto (red).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti pernyataan Sekjen DPR Indra yang disampaikan dalam siaran langsung di CNN Indonesia. Menurut Uchok, pimpinan DPR seharusnya memiliki empati terhadap kondisi rakyat, terutama di tengah ekonomi yang lesu.

“Rakyat sedang menjerit karena pajak bumi dan bangunan (PBB) dinaikkan, aksi demonstrasi terjadi di mana-mana, tapi isu yang muncul justru soal kenaikan gaji anggota DPR. Bahkan di sidang paripurna mereka bisa bernyanyi-nyanyi, seolah mengkhianati rakyat,” tegas Uchok, Rabu (20/8).

Uchok menambahkan, pimpinan DPR dianggap tidak memiliki hati nurani ketika di saat ketidakpastian ekonomi, justru fasilitas dan tunjangan anggota DPR tetap mengalir. Berdasarkan data yang diungkap CBA, anggota DPR menikmati berbagai fasilitas, di antaranya:

Tunjangan Kehormatan: Rp5.580.000

Tunjangan Komunikasi: Rp15.554.000

Tunjangan Peningkatan Fungsi: Rp3.750.000

Bantuan Listrik & Telepon: Rp7.700.000

Asisten Anggota: Rp2.250.000

Tunjangan Rumah: Rp50.000.000

Jika dijumlahkan, total tunjangan mencapai Rp104.051.903 per bulan.

Di sisi lain, Uchok mempertanyakan transparansi anggaran terkait kebutuhan tambahan lima rumah dinas bagi anggota DPR, termasuk biaya renovasi dan pembelian lahan jika diperlukan. “Catatannya, kalau memang ada perluasan lahan, itu lebih baik dijadikan aset negara di masa mendatang. Tapi harus jelas angka totalnya,” katanya.

Menurut catatan CBA, muncul pula permintaan renovasi rumah dari anggota Dewan. Namun, Sekretariat Jenderal DPR menyebut anggaran renovasi tidak tersedia. “Ini paradoks, kok untuk tunjangan rumah ada, tapi untuk renovasi katanya tidak ada?” ujarnya.

Uchok juga menyinggung proses politik di balik usulan tunjangan tersebut. Setelah konsultasi dengan pimpinan DPR RI, Kesetjenan DPR akhirnya mengusulkan tunjangan rumah kepada Kementerian Keuangan RI. “Pertanyaan berikutnya, berapa angka yang sebenarnya disampaikan Kesetjenan DPR ke Kemenkeu? DPR seakan melempar bola panas ke Kemenkeu,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Staf Ahli Kapolri Tinjau Lokasi Karhutla KM 38 Palangka Raya di Tengah Kabut Asap
KNPI Gelar Konsolidasi Akbar, 10 Tokoh Nasional Terima KNPI Award 2026 di Hari Sumpah Pemuda ke‑98
Warga Pertanyakan Pemasangan Tiang WiFi MyRepublic di Kampung Batur Jaya, Diduga Tanpa Persetujuan Pemilik Lahan
Didukung Pengawasan Berlapis, BPJN Komitmen Jaga Kualitas Jalan Mamasa-Malabo
Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa
PPK Diduga Langgar KAK dan Aturan LKPP, Kadisdik Bekasi Enggan Menjelaskan
Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan
PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Staf Ahli Kapolri Tinjau Lokasi Karhutla KM 38 Palangka Raya di Tengah Kabut Asap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:45 WIB

KNPI Gelar Konsolidasi Akbar, 10 Tokoh Nasional Terima KNPI Award 2026 di Hari Sumpah Pemuda ke‑98

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Warga Pertanyakan Pemasangan Tiang WiFi MyRepublic di Kampung Batur Jaya, Diduga Tanpa Persetujuan Pemilik Lahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Didukung Pengawasan Berlapis, BPJN Komitmen Jaga Kualitas Jalan Mamasa-Malabo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa

Berita Terbaru