Kadis Perkim Jadi Pembina Yayasan MBG, King Naga Soroti Dugaan Penyimpangan

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Aktivis sosial vokal King Naga, kembali mengeluarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak. Kali ini, sorotan diarahkan pada posisi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Kadis Perkim) yang menjabat sebagai Ketua Pembina di salah satu yayasan mitra MBG, di tengah dugaan pendistribusian program yang tidak sesuai ketentuan.

Menurut King Naga, keterlibatan pejabat aktif daerah dalam struktur yayasan pelaksana program nasional menimbulkan pertanyaan serius terkait etika, potensi konflik kepentingan, dan independensi pengawasan.

Ia menegaskan program strategis seperti MBG harus dikelola secara profesional dan transparan, tanpa campur tangan jabatan struktural pemerintahan.

“Ini bukan sekadar soal jabatan, tapi soal kepercayaan publik. Ketika seorang Kadis aktif menjadi Ketua Pembina yayasan MBG, sementara di lapangan pendistribusian diduga tidak sesuai, wajar jika masyarakat bertanya: siapa yang mengawasi siapa?” ujarnya kepada awak media, Sabtu (31/1/2026).

Berdasarkan informasi dan laporan yang diterimanya, terdapat dugaan ketidaksesuaian dalam pendistribusian MBG, mulai dari sasaran penerima, mekanisme penyaluran, hingga kualitas layanan. Kondisi ini bertolak belakang dengan tujuan program MBG yang meningkatkan gizi dan kesejahteraan anak-anak serta kelompok rentan.

King Naga mendesak pemerintah daerah, inspektorat, dan instansi terkait segera melakukan klarifikasi terbuka dan audit menyeluruh terhadap yayasan tersebut. Ia juga meminta pejabat yang merangkap jabatan bersikap ksatria dan menjelaskan secara terbuka kepada publik.

“Jangan sampai program mulia ini tercoreng hanya karena tata kelola yang tidak sehat. MBG harus bersih, transparan, dan benar-benar sampai kepada yang berhak,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan oleh awak media.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dinkes Tangerang Terus Pantau Kondisi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Kebakaran TPA Jatiwaringin Hingga Larut Malam, Asap Tebal Paksa Warga Dievakuasi 
Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang
KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan
Tegas! Wabup Intan: Stunting Bukan Tugas Satu Instansi
Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan Barang Bukti 65 Perkara
Adi Kurniawan: Jangan Ada Pihak yang Adu Domba Rakyat demi Program MBG
Dugaan Korupsi Batubara PLN EPI Di balik Petaka Blackout Sumatera
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:56 WIB

Dinkes Tangerang Terus Pantau Kondisi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:22 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Hingga Larut Malam, Asap Tebal Paksa Warga Dievakuasi 

Senin, 29 Juni 2026 - 23:16 WIB

Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:31 WIB

KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:11 WIB

Tegas! Wabup Intan: Stunting Bukan Tugas Satu Instansi

Berita Terbaru