Parah, Abdi Rakyat Sesalkan Tindakan Walikota Jaksel Gusur Kios PKL di Kramat Pela

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Relawan Abdi Rakyat, Selasa (28/10/2025)

i

Keterangan foto : Relawan Abdi Rakyat, Selasa (28/10/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Relawan Abdi Rakyat menyatakan kekecewaan dan penyesalan mendalam atas tindakan penggusuran kios Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang diperintahkan oleh Walikota Jakarta Selatan, Bapak Anwar. Tindakan ini dinilai serampangan dan merugikan pedagang, terutama mereka yang lokasinya tidak termasuk dalam target awal.

Walikota Jak-sel Anwar diketahui telah menggusur kios-kios PKL di Jalan Barito 2 (Js) 25, Js 26, dan Js 30. Penggusuran ini telah direncanakan untuk pembangunan Taman Bendera Pusaka (Taman ASEAN). Rencana relokasi bagi para pedagang dari lokasi ini adalah ke Lenteng Agung, sebuah lokasi yang dinilai cukup jauh dan berbeda kecamatan dari lokasi dagang mereka saat ini.

Penggusuran Tak Terduga di Js 96

Namun, dalam pelaksanaannya, Walikota Anwar secara tak terduga juga memerintahkan penggusuran di lokasi yang berbeda dan relatif jauh dari target awal, yakni kios Js 96 yang berasa di jalan Gandaria Tengah 3 , Pedagang di lokasi Js 96 sangat berkeberatan karena penggusuran ini dilakukan tanpa pemberitahuan atau persiapan.

Sekretaris Jenderal Abdi Rakyat, Bapak Ajie, mengecam keras tindakan ini. “Pak Walikota Anwar begitu serampangan dalam bekerja,” ujar Ajie. “Warga kios Js 96 sangat keberatan karena memang tidak ada persiapan apa-apa, tiba-tiba digusur juga.”

Tuntutan Pembatalan Relokasi dan Ganti Rugi

Bapak Ajie mendesak Walikota Jaksel Anwar untuk membatalkan rencana relokasi yang merugikan para pedagang, terutama karena jarak perpindahan yang terlalu jauh. Selain itu, Abdi Rakyat menuntut agar Walikota mengganti kerugian yang dialami para pedagang.

“Mereka sudah belanja untuk dagang hari itu, lalu bangunan rusak juga,” tambah Ajie,

Selain itu, Abdi Rakyat juga menyoroti kerugian materil yang langsung dialami pedagang. Ia menekankan bahwa seorang walikota seharusnya memiliki solusi yang konstruktif, bukan hanya bertindak.

“dikit-dikit gusur dan relokasi, mana jauh pula pindahnya,” tegas Aji.

Abdi Rakyat berharap Walikota Jakarta Selatan dapat meninjau kembali kebijakannya, berempati terhadap nasib para pedagang kecil, dan mencari solusi yang lebih adil serta berkelanjutan tanpa harus mengorbankan mata pencaharian warga.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pentingnya Teknologi bagi Para Kader Bela Negara
Pemkot Tangerang Masuk Daftar Khusus KPK, Ada Apa?
Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang
Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap
Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa
6 Dekade Mengabdi, Anton Suratto: Pikiran Rakyat Selalu Jadi Tempat Berbagi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:09 WIB

Pentingnya Teknologi bagi Para Kader Bela Negara

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:11 WIB

Pemkot Tangerang Masuk Daftar Khusus KPK, Ada Apa?

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Selasa, 7 April 2026 - 23:07 WIB

Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR

Senin, 6 April 2026 - 21:46 WIB

Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang

Berita Terbaru