NGERI…!Semua Kapolda dan Kapolres di Indonesia Dipanggil ke Istana Menghadap Jokowi

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 14 Oktober 2022 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Percaya atau tidak! Hari ini jam 14.00 WIB, Jumat 14 Oktober 2022, semua pimpinan Polri dari Mabes Polri, Kapolda hingga Kapolres di seluruh wilayah hukum Indonesia, tidak ada di tempat tugasnya selama beberapa saat.

Bahkan seluruh pejabat Mabes Polri pun tak terkecuali. Semua, dari Kapolri, Kabareskrim, Kabaintelkam, Kalemdikpol, Kabaharkam, dan petinggi Polri dari Jenderal, Komisaris Jenderal hingga Brigadir Jenderal hingga Kapolres diperintah untuk datang dan menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta.

Baca juga : 70 Ribu Penghuni Rumah Terancam Digusur, Pak Jokowi Kemana?

Luar biasanya, spesifik perintah pun berbunyi para pejabat Polri itu diperintahkan hanya mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) tanpa tutup kepala dan tanpa tongkat komando, tidak boleh membawa ajudan atau sering disebut sebagai ADC (aide de camp) dan bahkan tanpa ponsel atau HP.

Mereka hanya boleh membawa buku catatan dan pulpen.

Lebih luar biasa lagi, semua polisi dengan pangkat jenderal bintang dua ke bawah tidak boleh bawa mobil sendiri. Mereka diminta untuk naik bus yang telah disediakan.

Artinya, semua Kapolda dan Kapolres yang biasanya terlihat keren itu kini benar-benar harus tampil beda. Bisa kita bayangkan betapa pusing mereka hari ini. Para pejabat itu, mau ga mau pasti ada yang sudah harus berangkat hari ini.

“Koq kaya anak sekolah lagi disetrap, ada apa?”

“Ya besok didengarkanlah, biar kelihatan,” kata Presiden singkat.

Itu rahasia. Hal tersebut tertuang dalam Surat Telegram Rahasia dengan nomor STR/764/X/HUM.1./2022 tertanggal Rabu 12 Oktober 2022 yang ditandatangani Asops Polri Irjen Agung Setya.

Momen Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga seluruh kapolres di Indonesia ke Istana Merdeka menjadi sejarah baru. Sebab, ini bukan hal yang biasa dilakukan oleh presiden.

Peneliti Indonesia Public Watch Integrity (IPWI), Edi Winarto menduga Presiden benar-benar ingin merevolusi institusi Polri, termasuk profesionalisme dan mentalitas para petingginya.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Bapak Presiden mungkin punya rasa kekecewaan pada institusi Polri. Hal ini sudah terlihat sejak peristiwa Sambo. Berkali-kali beliau (Presiden Jokowi.red) sampai harus meminta Kapolri untuk menyelesaikan masalah itu dengan terang benderang,” ujar peneliti jebolan sekolah Pasca Sarjana Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN Veteran) Jakarta ini.

Menurut Edi Winarto, kasus Ferdy Sambo belum tuntas dan terang benderang masalahanya, sudah muncul masalah baru. Yakni tragedi pengamanan sepak bola Kanjuruhan. “Ada terlalu banyak korban meninggal dunia yang tak perlu terjadi bila semua pihak taat aturan,” paparnya.

Lebih jauh Edi Winarto mengatakan pemanggilan seluruh pejabat Polri terbesar sepanjang sejarah ini sudah pasti serius dan sangat urgent bagi Presiden untuk membenahi institusi ini.

“Fenomena Kapolri, Kapolda hingga Kapolres dipanggil menghadap Presiden secara massal dan bersamaan ini tak pernah terjadi selain pada pemerintahan Presiden Jokowi. Semua petinggi Polri diminta datang secara bersama. Ini tentu ada sesuatu mendesak yang tak lagi dapat ditahan oleh Presiden,” paparnya.

“Peristiwa ini juga sangat langka, puluhan pejabat polisi berbintang dua secara bersama-sama diminta datang ke istana Presiden dengan naik bus jelas ini adalah hal baru,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Sahroni menduga bahwa pemanggilan jajaran pejabat kepolisian itu terkait dengan berbagai skandal dan pelanggaran aturan yang dilakukan oleh institusi Polri belakangan ini.

Menurutnya, pemanggilan ini menuai dukungan dari masyarakat, tak terkecuali DPR RI. Ia menilai pemanggilan itu menjadi momen historis yang patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya.

Sahroni menyebut pemanggilan itu juga merupakan ‘kuliah’ langsung dari Jokowi kepada jajaran polisi agar tidak melakukan hal-hal yang berlawanan dengan aturan.

“Tak bisa dimungkiri, banyak sekali polisi dari tingkat polres yang bertingkah dan melakukan hal-hal yang tidak sesuai sebagai pengayom masyarakat. Mereka terkadang merasa gagah sendiri, padahal Pak Kapolri sudah sering memberikan arahan tentang menjadi pelayan masyarakat yang baik. Makanya, dengan dipanggil, mereka akan diberi satu mata kuliah langsung dari Bapak Presiden Republik Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sahroni mengharapkan pemanggilan tersebut bisa mengakhiri berbagai polemik yang terkait dengan polisi di masyarakat.

“Kita tahu di polisi belakangan ini ini banyak oknum bahkan kesatuan yang tidak menjalankan tugas sesuai prosedur, hingga menyebabkan ketidaknyamanan di masyarakat. Karenanya, panggilan Presiden ini merupakan wujud konkret dari upaya perbaikan atas institusi Polri,” ujar Sahroni.

Seperti diketahui, pertemuan Jokowi dengan para pimpinan polisi akan digelar di Istana Negara pukul 14.00 WIB nanti siang. Polisi yang dipanggil Jokowi adalah pejabat Markas Besar (Mabes) Polri, kapolda, hingga kapolres seluruh Indonesia. Apa yang akan dibahas dalam pertemuan nanti? Jokowi mempersilakan publik menantikannya.

“Besok (hari ini) didengarkanlah,” kata Jokowi di Bandung, Kamis (14/10) kemarin. (Sumber : Editor.id)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag
Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal
Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras
Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi
HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar
Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat
CBA Sebut Trenggono Punya Modal Terbesar Gantikan Zulhas di PAN, Singgung Harta Rp2,97 Triliun
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:11 WIB

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:50 WIB

Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:23 WIB

Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:25 WIB

Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:54 WIB

HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar

Berita Terbaru