Terasmedia.co Jakarta – Dua bulan penuh disiplin, keringat, dan perjuangan mencapai tubuh lebih sehat berakhir dengan kisah yang tak terduga di Absolute Fit. Apa yang seharusnya menjadi momen perayaan pencapaian, justru diwarnai serangkaian kejadian yang menguji ketegasan aturan sekaligus keadilan bagi setiap peserta.
Semua bermula pada 1 April 2026, ketika tantangan resmi dimulai hingga berakhir pada 31 Mei. Di tengah perjalanan, saat penimbangan ketiga, tinggi badan peserta cabang Cengkareng disesuaikan dari 162 sentimeter menjadi 163 sentimeter atas persetujuan pelatih, keduanya belum mengetahui aturan ketat mengenai perubahan data peserta.
Menjelang hari penutup, muncul kebingungan yang tidak terduga. Saat ditanyakan pada 29 Mei, layanan pelanggan mengonfirmasi masih tersisa satu sesi latihan. Namun ketika peserta datang untuk berlatih sekaligus melakukan penimbangan akhir sehari kemudian, pelatih justru menyatakan sesi latihan telah habis.
Kecurigaan semakin menguat saat catatan buku latihan dicocokkan: tertulis aktivitas anggota lain pada tanggal yang seharusnya menjadi riwayat latihannya. Manajemen memberikan dua opsi, dan peserta memilih menerima hasil penimbangan yang ada karena sudah kelelahan menjalani program selama dua bulan penuh.
Setelah rapat mendalam, pihak penyelenggara memutuskan mengadakan pertandingan ulang selama tiga hari, yang disampaikan pada Kamis malam kepada kedua peserta – termasuk peserta dari cabang Menteng. Peserta Cengkareng menyetujui, membayar biaya dan menandatangani perjanjian, namun peserta Menteng menyatakan keberatan, merasa tidak melakukan kesalahan sama sekali.
Ternyata akar masalah terletak pada perbedaan cara penimbangan. Peserta Menteng melakukan penimbangan sebelum dan sesudah latihan, dengan hasil yang dilaporkan adalah kondisi setelah berlatih, didampingi petugas dan terekam video sesuai aturan. Sementara peserta Cengkareng tidak melakukan latihan pada hari terakhir, sehingga hasil penimbangan dianggap sebagai kondisi awal dan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.
Pada hari penentuan, juri menggunakan dua acuan penilaian. Jika dilihat dari masa pertandingan ulang, peserta Cengkareng berhasil menurunkan kadar lemak sebesar 1,4 persen mengungguli lawannya yang mencapai 0,8 persen. Namun jika dilihat dari awal program hingga akhir pertandingan ulang, peserta Menteng yang lebih unggul.
Keputusan akhirnya diambil dengan bijak: hasil seri 1-1. Tidak ada pihak yang dinyatakan kalah, dan tidak ada pula yang menang mutlak.
Di balik seluruh perselisihan dan ketidakpastian, satu hal yang terlihat jelas: setiap angka di timbangan adalah bukti usaha sungguh-sungguh dari kedua pihak. Keadilan kali ini bukan tentang menentukan siapa yang terbaik, melainkan mengakui bahwa setiap tetes keringat yang jatuh berhak dihargai sama besarnya.












