AMPI Soroti Keras Pengelolaan Sampah di Bali, Ada Apa

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 29 Oktober 2023 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua DPD AMPI Bali, Ajus Linggih, Minggu (29/10/2023)

i

Keterangan foto : Ketua DPD AMPI Bali, Ajus Linggih, Minggu (29/10/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bali – Baru baru ini TPA Suwung terbakar dilalap si jago merah. Tumpukan sampah tersebut tidak semua dapat di daur ulang dan jika dibiarkan hanya akan ada tumpukan baru dan berpotensi mengeluarkan gas metan CH 4 yang berperan sebagai emisi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD AMPI Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih atau yang akrab disapa Bli Ajus mengatakan penanganan sampah di Bali sudah sangat krusial sehingga perlu dilakukan pemusnahan. Baru nantinya dilakukan kombinasi dengan proses daur ulang. Tentu optimalisasi edukasi, truck sampah dan infrastruktur sampah lainnya harus dibangun perlahan juga.

Politisi muda golkar tersebut menambahkan bahwa Indonesia khususnya Bali perlu mengadopsi bagaimana negara negara lain melakukan pengolahan sampah dengan teknologi terkemuka dan efektif. Salah satunya Singapura yang menggunakan mesin incenerator untuk memusnahkan sampah sampah yang tak dapat di daur ulang dan residunya dijadikan bahan bangunan

“Banyak sampah existing yg unrecyclable. Sampah itu perlu dipilah dan setelah dipilah pun kalau sampahnya terlalu banyak kontaminan, tidak bisa direcycle. Saya harap pemerintah kabupaten kota bisa segera membasmi sampahnya dengan incinerator tetapi dengan mengontrol polusi pembakarannya. Di Singapura, mereka menggunakan incinerator dan me recycle sampahnya kembali menjadi energi dan bahan bangunan. Saya sangat prihatin pada pemda yang mengharamkan metode, bukan mengontrol output polusi,” kata Ajus Linggih, Minggu (29/10/2023)

Bendahara Umum HIPMI Bali ini juga mengatakan, jika sampah di TPA Suwung terkelola dengan benar dan sampahnya dapat dimusnahkan, area tersebut dapat dijadikan lapas sehingga lapas yang ada di kerobokan dapat dialihfungsikan menjadi sektor pariwisata”.

“TPA suwung contohnya, kalau sampah -sampah nya bisa hilang, lahan yg di dapat bisa kita jadikan lapas sehingga yg ada di kerobokan bisa pindah dan dialih fungsikan utk pariwisata. Penghuni lapas juga bisa dipekerjakan utk operasional incinerator sampah sehingga ketika lepas punya pengalaman kerja dan bisa kembali ke masyarakat dengan baik”. Tutup Ajus, Caleg DPRD Provinsi Dapil Buleleng tersebut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang
KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan
Tegas! Wabup Intan: Stunting Bukan Tugas Satu Instansi
Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan Barang Bukti 65 Perkara
Adi Kurniawan: Jangan Ada Pihak yang Adu Domba Rakyat demi Program MBG
Dugaan Korupsi Batubara PLN EPI Di balik Petaka Blackout Sumatera
Siap-Siap! Kabupaten Tangerang Rombak Venue Olahraga untuk POPDA 2028
Pemkot Tangerang Masuk Daftar Khusus KPK, Ada Apa?
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:16 WIB

Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:31 WIB

KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:11 WIB

Tegas! Wabup Intan: Stunting Bukan Tugas Satu Instansi

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:36 WIB

Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan Barang Bukti 65 Perkara

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:41 WIB

Adi Kurniawan: Jangan Ada Pihak yang Adu Domba Rakyat demi Program MBG

Berita Terbaru