Baliho Caleg Bertebaran di Dapil IV Lebak

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 11 Februari 2023 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Penulis Oleh : Rizwan Comrade Aktivis Lebak Selatan

Terasmedia.co Lebak – Menuju Pemilu serentak Tahun 2024 akan menjadi lautan sampah bagi baliho-baliho bakal calon anggota Legislatif yang bertebaran hingga pelosok, tak terkecuali di Dapil IV meliputi Kecamatan Cilograng, Bayah, Cibeber, Panggarangan dan Cihara.

Bahkan gambar Caleg di Dapil IV sengaja dipasang dijalan rusak, tanjakan curam, depan gedung sekolah yang rusak, bahkan deket pembuangan sampah. Seperti disengaja, mereka ingin melegitimasi bahwa setelah terpilih bisa bangun jalan, bangun sekolah dan meminimalisir sampah.

Baca juga : Etos Institut Minta Kapolda Banten Usut Dugaan Galian Tanah Ilegal di Lebak Libatkan Oknum DPRD

Sah saja sebetulnya, karena itu mungkin bagian dari cara menarik simpati masyarakat agar terpilih, walaupun para Caleg tidak tau bagaimana membangun Dapil IV, seperti yang sudah-sudah, mereka hanya datang disaat butuh, dan pergi selama 5 Tahun tanpa permisi. Balik lagi ke masyarakat jika ingin terpilih lagi dengan cara yang sama yaitu berbohong.

Bahkan dalam kondisi aji mumpung, di Dapil IV bakal Calon Anggota DPRD Lebak memanfaatkan duit Bansos dipake nyaleg. Bantuan Sosial nya dikorupsi, masyarakatnya dipaksa untuk memilih dirinya. Sekejam-kejamnya Firaun tapi dia belum pernah Nyaleg duitnya dari Bansos.

Masyarakat Dapil IV hati-hati sama Caleg yang dlu dipilih, sekarang ingin dipilih lagi, dan hati hati sama Caleg yang uangnya dari hasil Korupsi Bansos. (Firdaus)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jantung Bisnis Adalah Manusia: Mengapa Manajemen SDM Modern Membutuhkan Sentuhan Norma Agama
Ketika Perlindungan Hukum Berubah Menjadi Alasan Menghilangkan Hak Buruh
Mengapa Menteri Ketenagakerjaan Membatasi Penetapan Ulang Upah Minimum?
Saat Sengkuni Menjadi Tangan Asing, Menjadi Mata di Atas Mata
Sandiwara di Panggung, Damai di Meja Makan
Krisis Keteladanan: Bahasa Pemimpin “Ndasmu”, “Emang Gue Pikirin”, dan Konsekuensinya di Ruang Kelas
BUMN Ramah Wanita, Prioritaskan Pelayanan Bukan Keuntungan, Sediakan Passenger Gate Agar Penumpang Tak Terjatuh
Retaker Kedokteran dan Tanggung Jawab Negara Menjaga Masa Depan Calon Dokter
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Jantung Bisnis Adalah Manusia: Mengapa Manajemen SDM Modern Membutuhkan Sentuhan Norma Agama

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:03 WIB

Ketika Perlindungan Hukum Berubah Menjadi Alasan Menghilangkan Hak Buruh

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:28 WIB

Mengapa Menteri Ketenagakerjaan Membatasi Penetapan Ulang Upah Minimum?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:04 WIB

Saat Sengkuni Menjadi Tangan Asing, Menjadi Mata di Atas Mata

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:59 WIB

Sandiwara di Panggung, Damai di Meja Makan

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB