Salmah Orbayinah Sifat Kepribadian Utama Muhammadiyah/Aisyiyah

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 9 April 2023 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co, Medan –Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyelenggarakan pengajian Ramadan secara daring dan luring yang diikuti oleh seluruh anggota Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah se-Indonesia, Ahad (9/4).

Hadir pada pengajian PPA itu Menko PMK Prof. Dr. Muhadjie Efendiy dan Ketua PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah, Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod.

Baca Juga : Muhammadiyah Idul Fitri 1444 H Lebih Dahulu, Mari Simak Penjelasannya

Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Utara hadir mengikuti pengajian itu melalui aplikasi zoom meeting dari studio produksi Kampus UMSU, Jalan Muhtar Basri, Medan. PW ‘Aisyiyah sumut hadir seluruh Pengurus Harian dan Ketua Majelis dan Lembaga.

Pengajian PPA mengambil tema : “Kepemimpinan Profetik Perempuan Berkemajuan dalam Perdamaian dan Kebangsaan”, menghadirkan empat penyaji.

Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dr. Salmah Orbayinah pada pembukaan pengajian itu mengatakan, sebagai perempuan Aisyiyah kita harus memanfaatkan Ramadan dalam berbagai kebaikan. Salmah mengingatkan, warga Aisyiyah sebagai perempuan berkemajuan harus selalu mencerahkan dan memberdayakan semua umat.

Ini Juga : Bahas Pemilu Hingga Korupsi, Muhammadiyah Terima Kunjungan Menkopolhukam

Hal itu sudah diawali oleh Nyai Walidah Dahlan yang menggerakan perubahan dengan mendorong peran perempuan diluar rumah yang kemudian melahirkan gerakan perempuan di seluruh tanah air. Gerakan perempuan yang dilakukan Nyai Walidah saat itu, merupakan sebuah bentuk revolusi gerakan perempuan.

Salmah pada pembukaan itu, menjelaskan ada sifat-sifat umat kepribadian warga Muhammadiyah/Aisyiyah, seperti : berjiwa besar, terkemuka, pencerah, berwawasan luas, relijius, efektif dan efisien.

Salmah mengingatkan seluruh pimpinan ‘Aisyiyah untuk terus bergerak dan pergerakan itu akan berhasil kalau pemimpin ‘Aisyiyah terus bergerak

Baca Ini : Muhammadiyah Raih Penghargaan PPKM Award dari Presiden RI

Ketua PP Muhammadiyah yang juga Menko PMK Prof. Dr. Muhadjir Effendy selaku keynote speaker pada pengajian Ramadan 1444 H PP ‘Aisyiyah itu mengapresiasi pelaksanaan pengajian Ramadan yang dilkaksanakan oleh PP ‘Aisyiyah. Muhadjir, mengajar warga Aisyiyah untuk berpikir kreatif guna menghasilkan karya nyata, iniovasi. Kerja dan Inovasi hanya dihasilkan oleh orang-orang yang kreatif dan kritis.

Muhadjir menjelaskan secara luas 4 ciri kepemimpinan rasulullah yang menjadi kunci kepemimpinan di dalam Muhammadiyah/Aisyiyah, yakni Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fatonah.

Terkait dengan program pemerintah terhadap perempuan, Muhadjir menyebut, pemerintah sangat memberikan perhatian pada persoalan kemajuan perempuan. Perhatian itu jauh lebih baik daripada sebelumnya. Perempuan adalah tiang negara, bila rusak perempuannya, maka akan rusak negara tapi kalau perempuannya baik maka akan baik pulalah negara itu. ” Tidak akan tumbuh sebuah bangsa tanpa perempuan yang baik,” tegas Muhadjir Effendy.

Terkait dengan perkembangan perempuan yang menjadi perhatian pemerintah, Muhadjir menjelaskan berbagai program pemerintah, diantaranya adalah penuntasan masalah stunting.

Ini Juga : Pemahaman Al Islam Kemuhammadiyahan Harus Mengacu Manhaj Tarjih

Diharapkan semua pimpinan ‘Aisyiyah diseluruh tanah air untuk mampu membangun bangsa dan negara yang berkemajuan dengan menyiapkan perempuan-perempuan Indonesia, menjadi ibu bangsa.(Deni)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Soleman B Ponto: Battle Proven Tidak Selalu Cocok Untuk Kebutuhan Alutsista Indonesia
Analisis Soleman B. Ponto: Modifikasi KRI Sriwijaya Kapal Tua Bukan Jaminan Daya Gentar Militer
Ketika Negara Gagal Melindungi Perempuan dari Kekerasan yang Melahirkan Fear of Intimacy
Analisis Soleman B. Ponto: Jangan Terburu‑buru Bangun Penerbangan Angkatan Laut dari Eks‑Kapal Garibaldi ​
Rozi Hariansyah: Di Balik Krisis Metode, Ada Manusia yang Hilang dari Diagnosis
Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat
Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat
 Kemerdekaan di Tengah Duka, Hajar Wisnu Hardiansyah: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Soleman B Ponto: Battle Proven Tidak Selalu Cocok Untuk Kebutuhan Alutsista Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Analisis Soleman B. Ponto: Modifikasi KRI Sriwijaya Kapal Tua Bukan Jaminan Daya Gentar Militer

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Ketika Negara Gagal Melindungi Perempuan dari Kekerasan yang Melahirkan Fear of Intimacy

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:39 WIB

Analisis Soleman B. Ponto: Jangan Terburu‑buru Bangun Penerbangan Angkatan Laut dari Eks‑Kapal Garibaldi ​

Minggu, 13 September 2026 - 19:01 WIB

Rozi Hariansyah: Di Balik Krisis Metode, Ada Manusia yang Hilang dari Diagnosis

Berita Terbaru