Kasus Dugaan Penipuan Cek Kosong Rp1 Miliar Dilimpahkan ke Kejari Sorong, Tersangka Ajukan Restorative Justice

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Sorong – Meski tidak ditahan, tersangka Harianto resmi dilimpahkan oleh Polresta Sorong Kota ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong pada Senin (22/6/2026).

Harianto dilaporkan ke Polresta Sorong Kota pada tahun 2024 oleh Rudi Sia atas dugaan penipuan menggunakan cek kosong senilai Rp1 miliar.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sorong, Ridwan Sahputra, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana penipuan tersebut.

Menurut Ridwan, saat pelimpahan tahap dua, Harianto didampingi kuasa hukumnya dari Manokwari. Selain itu, barang bukti berupa uang sebesar Rp1 miliar juga telah diterima dan diamankan oleh petugas.

“Barang bukti uang Rp1 miliar telah dimasukkan dan disimpan dalam rekening penitipan Kejaksaan Negeri Sorong,” kata Ridwan.

Ridwan menjelaskan, kuasa hukum tersangka, Rustam, telah mengajukan permohonan penyelesaian perkara melalui mekanisme Restorative Justice (RJ).

Menurutnya, berdasarkan ketentuan yang berlaku, kejaksaan dapat memfasilitasi upaya perdamaian apabila terdapat kesepakatan dari kedua belah pihak.

“Soal bagaimana sikap korban, apakah menerima atau menolak permintaan RJ, itu kembali kepada pihak korban,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kejari Sorong memiliki waktu 14 hari sejak menerima pelimpahan tahap dua untuk menyampaikan laporan kepada Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung. Sementara itu, kesempatan untuk menempuh RJ dibatasi selama 10 hari.

“Kami memberikan waktu 10 hari dari sekarang untuk upaya RJ,” ucapnya.

Terkait mekanisme RJ, Ridwan mengatakan kejaksaan akan mengundang kedua belah pihak, baik korban maupun tersangka, guna membahas kemungkinan perdamaian.

“Kami bersama kepolisian hanya memfasilitasi. Apakah nantinya tercapai perdamaian dan bagaimana bentuk penyelesaiannya, itu akan ditentukan oleh kedua belah pihak,” jelasnya.

Apabila kedua pihak sepakat berdamai, Kejari Sorong akan mengajukan permohonan penetapan ke Pengadilan Negeri Sorong sehingga perkara tersebut tidak dilanjutkan ke proses persidangan.

Ridwan juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil eksaminasi dari Kejaksaan Tinggi Papua Barat sebelum proses lebih lanjut dilakukan.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Rustam, mengapresiasi pelayanan Kejari Sorong dan menyatakan kliennya memiliki itikad baik untuk menyelesaikan perkara tanpa harus berlanjut ke persidangan.

“Kami tentu menunggu proses RJ yang akan difasilitasi oleh pihak kejaksaan,” katanya.

Rustam menjelaskan bahwa selama ini kedua belah pihak sama-sama mempertahankan versinya masing-masing sehingga terjadi saling lapor.

“Ada perbedaan pandangan terkait nilai pinjaman. Ada versi cek kosong Rp1 miliar dan ada versi lainnya. Jika bisa dipertemukan, penyelesaiannya tentu akan lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menyinggung bahwa locus perkara sebenarnya berada di Manokwari, namun pihaknya tetap menghormati proses hukum yang berjalan di Sorong.

Menurut Rustam, setelah kedua pihak dipertemukan dalam proses RJ, jaksa akan melakukan penilaian sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kami berharap ada titik temu dalam proses RJ yang akan difasilitasi kejaksaan, mengingat kedua belah pihak saling mengenal,” tuturnya.

Penulis : Jun

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Polisi Periksa 10 Saksi, Puslabfor Turun Selidiki Asal Api
Pemuda Muslimin Indonesia Desak Pemkot Tangerang Tutup Hiburan Malam Liar di Bantaran Kali Batusari
Sidang Praperadilan Gabriel: Jawaban Polri Justru Kukuhkan Dugaan Cacat Prosedur
Sidang Praperadilan Kasus Gas Portable Digelar di PN Jakarta Utara ​
KOSMAK Ungkap Dugaan Korupsi Rp26 Miliar untuk Pengembangan Tanaman Porang di Sidrap
Tiga Remaja Putri di Bawah Umur Korban TPPO, Ditawari Kerja Malah Dianiaya dan Dirampas Barang Pribadi
Rotasi Besar Kejagung: Rinaldi Umar Pimpin Dirdik Jampidsus, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
Rotasi Pejabat Kejagung, Kidung Tirto Ingatkan Jaga Kepercayaan Jaksa Agung dan Presiden
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:29 WIB

Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Polisi Periksa 10 Saksi, Puslabfor Turun Selidiki Asal Api

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Pemuda Muslimin Indonesia Desak Pemkot Tangerang Tutup Hiburan Malam Liar di Bantaran Kali Batusari

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:31 WIB

Sidang Praperadilan Gabriel: Jawaban Polri Justru Kukuhkan Dugaan Cacat Prosedur

Senin, 27 Juli 2026 - 17:34 WIB

Sidang Praperadilan Kasus Gas Portable Digelar di PN Jakarta Utara ​

Senin, 27 Juli 2026 - 14:03 WIB

KOSMAK Ungkap Dugaan Korupsi Rp26 Miliar untuk Pengembangan Tanaman Porang di Sidrap

Berita Terbaru